Aku Perempuan Muslimah

Dibalik jilbab yang ku kenakan
Aku memenuhi titah Rabbku
Menyembunyikan mahkota terindah
Untuk kebaikan dunia dan akhiratku

Dibalik cadar itu aku tak ingin banyak mata menelanjangi setiap kecantikan yang Allah anugerahkan kepadaku
Tak ingin ada fitnah yang terjadi karenanya

Dengan jilbab, itu adalah identitasku sebagai seorang muslimah
Dengan kerudung, aku berharap kelak api neraka tidak membakar kulit kepalaku walau sehelai rambut yang menjulur

Pun perihal adzan, aku adalah manusia pelupa
Ia adalah seruan kerinduan terindah dari Tuhan yang merindukan kehadiran hamba-Nya
Suara yang selalu dinanti, bahkan ketika ku terlahir pertama kali ke dunia ini..
Suara adzanlah yang didengungkan ke telingaku
Ketika kelak aku mati suara adzan pula yang mengantarkanku menutup kefanaan duniawi

Aku selalu bahagia ketika adzan tiba
Aku selalu tenang ketika mendengarnya
Aku selalu menantikan seruannya dari waktu ke waktu sebagai tolak ukur ibadahku pada-Nya

Ku teringat Bilal yang tergugu menangis saat mengumandangkan adzan, di kala Rasulullah telah tiada dan masyarakat Madinah menangis karena suara adzan Bilal yang menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya

Aku bangga menjadi perempuan muslimah,
Yang mampu menutupi mahkotanya dengan kerudung
Meringankan hisab Ayahku kelak di akhirat

Aku bangga menjadi perempuan muslimah,
Yang bila adzan tiba teringat Allah yang menyeru para hamba-Nya tanpa pernah terlambat walau sedetik

Aku bangga menjadi perempuan muslimah,
Karena Allah memberikanku seperangkat risalah sebagai bukti cinta-Nya, bukti perhatian dan perlindungan-Nya.
.
Wallahualam bisawab,
Bandung, 02 April 2018

Ida Ayu Nur’arofah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *