Always Be Happy

Eko Jun

Kapten Jack Sparrow (Pirates of the Carribean) selalu dihadapkan pada banyak masalah rumit, gawat dan besar. Dari dikejar – kejar sama mayat hidup hingga dikejar – kejar sama suku pedalaman, mau dimakan. Tapi dia menghadapi semuanya dengan canda tawa dan tingkah konyol. Dan dia berusaha tetap tenang dan mengumbar senyuman tapi akalnya terus berpikir keras meracik strategi.

Mungkin dia paham dengan filosofi angsa. Di atas permukaan air terlihat sangat anggun, tapi di bawah permukaan air kakinya terus bergerak tanpa henti.

Nasrudin Hoja (seorang tokoh sufi) juga selalu dihadapkan pada banyak masalah sulit dan rumit. Dari keledainya yang banyak ulah, istrinya yang sangat cerewet hingga sang raja yang terus menerus memberinya teka – teki aneh. Dengan kesabaran, kecerdikan dan sikap konyolnya, Nasrudin Hoja bisa mengatasi semua masalah itu dan mendapatkan banyak hadiah dari raja. Saat membaca kisah – kisah Nasrudin Hoja, kita pun dibuat tertawa di satu sisi sekaligus kagum di sisi lain.

Sebagian aktivis dakwah, ada yang terlalu serius dalam menghadapi semua persoalan. Seolah tidak ada ruang untuk berpikir santai dan melepas energi kekanakan yang ada dalam dirinya.

Sekali waktu, isilah ruang hati dengan canda tawa. Terlalu serius, tidak lantas membuat kita jadi orang alim. Canda tawa yang sewajarnya juga tidak akan membuat kita jadi orang pandir. Memang benar ada Syaikh Hasan Al Bashri dan Umar bin Abdul Azis yang banyak menangis, tapi jangan lupa ada Syaikh Ibnu Sirin (ulama besar yang hidup sezaman) yang banyak tersenyum.

Menghadapi masalah dengan muka serius? Ah itu sudah biasa.
Menyelesaikan masalah dengan canda tawa? Nah, itu baru luar biasa.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *