Anies-Sandi dan Politik Alexis

|| Kontributor: Erwyn Kurniawan ||

Semudah itukah menutup Hotel Alexis? Secara kasat mata terlihat tak sulit. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan cukup memerintahkan penolakan perpanjangan izin melalui jajarannya, diberitakan lalu selesai. Tapi tak demikian faktanya.

Anies dan Sandi adalah pemimpin ibukota Indonesia yang terpilih melalui proses politik panjang, melelahkan dan sangat mengkhawatirkan. Anggota DPD RI Fahira Idris bahkan mengatakan Pilkada DKI sebagai yang paling brutal.

Ketika Anies menyatakan penolakan, ada kisah heroik perjuangan ulama dan umat. Mereka menggelar aksi bela Islam tak kenal lelah. Lalu ada kisah yang melegenda yakni Aksi 212. Hampir 7 juta umat Islam hadir, tak beranjak dari sholat Jumat di Silang Monas meski hujan menusuk bumi.

Ada kriminalisasi ulama yang tak terbantahkan. Muhammad Al Khaththath dipenjara meski sekarang sudah dibebaskan. Bahkan Habieb Rizieq hingga kini masih berada di Arab Saudi sebagai bentuk “perlawanan” terhadap kasusnya.

Ada kebesaran jiwa Gerindra yang merelakan Sandi hanya menjadi wakil. Dan yang paling berbesar hati adalah PKS yang kadernya tak menjadi kandidat, hanya mendapat amanah sebagai Ketua Tim Sukses yakni Mardani Ali Sera yang sebelumnya digadang-gadang menjadi wakil Sandi.

Ada rapat-rapat marathon siang dan malam yang dilakukan kader kedua partai hingga tingkat ranting. Ada peluh yang menetes saat mereka melakukan direct selling ke rumah warga.

Ada perjuangan mengawal proses pemungutan suara, bahkan sebelum hari H. Menjadi saksi di TPS, PPS, PPK hingga tingkat nasional.

Karena itu, jangan selalu mencibir partai politik. Jangan membid’ahkan demokrasi. Jangan mengajak golput. Jangan nyinyir dengan manuver politik yang kita belum tahu ujungnya seperti kasus silaturahim Netty Heryawan ke PDIP.

Kritik boleh, tapi terukur dan bukan karena kebencian dan korban framing media. Tak mudah mengelola dan menjadi kader partai terlebih di era ini. Tapi kami sadar, ini bagian dari perjuangan agar publik melihat secara kasat mata begitu mudahnya Anies menutup Alexis.

Erwyn Kurniawan
Presiden Relawan Literasi (ReLi) PKS

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *