Antara Orang Cerdas Dan Orang Telat Cerdas

Bermimpi sukses itu kerjaan setiap orang, dan kagum kepada orang sukses itu adalah perilaku setiap orang. Namun sadarkah anda bahwa hanya berbekalkan rasa kagum dan mimpi menjadi sukses tidak cukup untuk menjadi orang sukses?

Orang yang puas dengan rasa kagum kepada orang sukses, apalagi beranggapan bahwa rasa kagumnya yang hanya dibubuhi dengan doa sudah cukup untuk menjadikannya turut sukses, sejatinya adalah orang yang telat cerdas.

Orang cerdas selalu sadar bahwa setiap kesuksesan biasanya mengandung empat unsur utama:

1. mimpi menjadi orang sukses yang belanjut menjadi tekad kuat.

2. Usaha keras yang diiringi dengan pengorbanan.

3. Doa yang dilandasi oleh keyakinan dan iman.

4. Taufiq dan pertolongan Allah Azza wa Jalla.

Dengan keempat hal inilah orang sukses menggapai suksesnya.

Karena itu, akan lebih bijak bila setiap kali Anda melihat orang sukses Anda mempelajari langkahnya, melihat pengorbanannya bukan hanya menggeleng-gelengkan kepala anda dengan keras karena tak kuasa menahan rasa kagum .

Karena itu bila anda ingin sukses seperti mereka, maka jangan puas dengan kekaguman dan terus hanyut dalam geleng geleng kepala kekaguman. Namun segera bulatkan tekad, langkahkan kaki, lakukan pengorbanan dan teguhkan iman anda. Insya Allah anda segera menyusul menjadi orang sukses.

Contoh nyata, bila anda melihat orang mengendari mobil mewah, maka jangan hanya kagum dengan kemewahan mobilnya, karena hanya kagum anda tidak akan pernah bisa memilikinya. Namun pikirkanlah, berapa harganya dan bagaimana ia dapat memiliki uang sebanyak itu sehingga bisa membelinya.

Anda melihat lelaki memiliki istri cantik, jangan hanya kagum kepada kecantikan istri lelaki itu, namun pikirkan dengan apa wanita secantik itu terpikat kepada lelaki itu dan bagaimana lelaki itu berhasil memiliki hal tersebut, dan dengan apa lelaki itu mengikat wanita itu sehingga setia kepadanya?

Selamat mencoba, semoga sukses.

Dr. M. Arifin Badri

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *