Bumiku telah Hancur

Aku sudah tidak punya teman lagi untuk bermain, semua temanku sudah memiliki tempat bermain baru yang lebih indah dari pada di Ghouta. Saat kami bermain ada suara keras seperti roket jatuh di atas atap tempat kami bermain. Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi karena kami panik mencari tempat berlindung. Setelah beberapa saat berlindung aku buka mataku, kubersihkan pakaianku dan sedikit darah di tanganku, aku cari teman-temanku tapi mereka tidak ada.

Kemana mereka? Kenapa banyak warna merah di tanah? Ini ikat rambut siapa? Ini boneka siapa? Sepatu itu? Ke mana teman-teman ku? Apa mereka tak ingin mengajakku pergi bermain ke tempat indah itu?

Tangisku pecah namun tak terdengar, suara seperti roket yang tadi datang kembali terdengar. Aku menjerit takut, tanganku tertarik, aku terpejam tak berani kubuka mata sedikit pun, lagi aku mendengar suara itu lagi. “Booommmmm” suaranya menggelegar. Aku terjatuh. Tangan yang tadi menarikku terlepas dari genggaman.

Asap? Asapnya banyak sekali, aku terbatuk dalam kepulan asap.

Pelan kubuka mata, orang-orang berlarian seolah ingin menyelamatkan diri. Kulihat sekelilingku

Ghouta rumahku

Ghouta kecilku hancur seperti tubuhku yang kecil juga hancur

Ghouta tempat bermainku hancur seperti jasad temanku yang hancur

Ghouta tempat kelahiranku hancur seperti kematianku yang hancur

Mataku mulai tertutup mengobati rasa sakit yang tak akan terasa kembali

Aise

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *