Gairah Baru

Eko Novianto

Keruntuhan Kekhilafahan Utsmaniyah itu telah terpampang di depan mata. Tapi seperti tak ada tempat untuk berduka. Yang terjadi adalah sebaliknya, tokoh-tokoh Arab bahkan menyaksikannya dengan kegairahan baru. Mereka sibuk merancang masa depan baru untuk kemerdekaan Arab.

Trenyuh.
Kebersamaan selama empat abad dalam kekhilafahan Turki Utsmani itu di ambang perpisahan. Sebuah perpisahan yang dirayakan dengan gairah-gairah baru di tanah Arab.

Para ulama, sebenarnya, telah melakukan roadshow untuk menghalangi hasrat para penguasa tanah Arab dan meminta mereka tak merobohkan kekhilafahan. Sekian kerusakan kekhilafahan memang sulit dibantah. Tapi para ulama tak berpikir untuk merobohkan kekhilafahan itu. Bagaimana pun, memperbaiki kekhilafahan itu lebih layak untuk dipikirkan dari pada mengikuti hasrat untuk merobohkannya.

Dan firasat itu benar adanya. Terbukti, sampai saat ini umat Islam tak pernah lagi memiliki rumah bersama. Justru sebaliknya. Keadaan semakin sulit. Persatuan semakin absurt. Perpecahan menjadi kebiasaan. Bahkan kebanggaan.

Kalau pun kita tak bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan, setidaknya kita bisa melihat apa yang telah terjadi. Termasuk apa yang telah pernah terjadi ketika perpisahan dan perpecahan itu telah pernah dirayakan dengan gairah baru.

Seperti dulu telah pernah dilakukan, memang selalu harus ada upaya menjaga persatuan, meski itu harus dilakukan di tengah sorak sorai dan kegaduhan.

Jakarta, 13 Oktober 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *