Jawaban Atas Setiap Protes

Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher

Mungkin kita akan protes kepada Tuhan, “Wahai Sang Khaliq, kenapa Engkau berikan kepadaku anak yang pemalu, padahal teman-temannya begitu berani dan percaya diri?”

Bisa jadi Tuhan akan menjawab, “Wahai hamba-Ku, di balik rasa malu ada harga diri tinggi, yang membuatnya tidak suka akan ejekan dan cibiran orang. Tugasmu sebagai orangtua adalah memberinya sedikit keberanian dan percaya diri agar anakmu bisa jadi pemberani yang bermartabat. Bukan pemberani yang membabi buta, yang hanya menimbulkan keresahan dan ketakutan pada orang lain. Pemberani yang bermartabat akan selalu menjadi penakut nomor satu bila harus melakukan hal-hal yang melanggar perintah-Ku.”

Di saat lain mungkin kita akan protes, “Wahai Tuhan, kenapa Engkau berikan kepadaku anak yang bebal, padahal teman-temannya begitu pandai dan cerdas?”

Bisa jadi begini jawaban Tuhan, “Hamba-Ku, ketahuilah hanya orangtua bebal yang menganggap anaknya bebal. Karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Bila kekurangan anakmu engkau bandingkan dengan kelebihan anak lain, tentu saja yang tampak hanya kebebalannya. Tapi carilah kelebihan yang telah Kuberikan padanya, maka engkau pun akan bersyukur. Ketahuilah, bentuk kecerdasan tidak hanya satu. Aku telah menciptakan sangat banyak kecerdasan-kecerdasan hidup. Apakah engkau mengira tak ada satupun bentuk-bentuk kecerdasan itu yang aku tanamkan dalam diri anakmu?”

Pasti akan ada juga orangtua yang protes, “Tuhan, kenapa kau berikan anak padaku yang tidak setampan dan secantik anak-anak yang kau berikan pada orang lain?”

Tuhan setidaknya akan menjawab, “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya bagi mahluk setiap kesempurnaan pasti diikuti oleh kekurangan. Sebaliknya, setiap kekurangan pun pasti ditutupi oleh kelebihan-kelebihan. Bersyukurlah engkau bahwa kekurangan anakmu adalah di rupanya. Suatu kekurangan yang tidak perlu susah payah lagi engkau perbaiki karena memang begitulah adanya. Berarti berkurang satu beban padamu untuk membantu anak menutupi kekurangannya. Sementara kekurangan-kekurangan yang lain akan Aku minta pertanggungjawabanmu: apakah engkau telah membantu anakmu mengatasi kekurangan-kekurangannya itu.”

Di tempat lain banyak juga orangtua yang melakukan protes, “Wahai Sang Maha Pencipta, mengapa tidak Engkau berikan padaku harta yang banyak agar aku bisa memasukkan anakku ke sekolah-sekolah yang bagus sehingga terjaminlah masa depannya?”

Ada kemungkinan begini kira-kira jawaban Tuhan, “Hai Hambaku, rezeki tiap mahluk tidaklah sama. Namun yang terpenting, rezeki tidaklah harus berupa harta. Rezeki dari-Ku bisa berbentuk kesehatan, kecerdasan dan keshalihan seorang anak. Syukurilah itu, sebab kesehatan, kecerdasan dan keshalihan seorang anak tidak bisa dibeli meskipun engkau memiliki harta sepenuh bumi dan langit. Bila engkau merasa hartamu kurang, janganlah melancarkan protes, tetapi berdoalah pada-Ku dan tunjukkan pada-Ku bahwa engkau memang layak diberi sedikit harta dengan kerja kerasmu. Setelah itu ingatlah, masa depan anakmu bukan milikmu. Masa depan anakmu telah Aku tentukan dalam sebentuk takdir. Bila anakmu mematuhi-Ku masa depan anakmu akan menapaki takdir yang kuridhoi. Begitupun sebaliknya. Masa depan anakmu memang bukan milikmu tetapi usahamu sebagai orangtua yang mendidik sangat menentukan seberapa banyak kebaikan dan kemudahan yang akan Kuberikan pada anakmu.”

Orangtua-orangtua pengeluh akan sering melakukan protes pada Tuhan, “Mengapa Engkau jadikan anakku begini, mengapa Engkau jadikan anakku begitu, ya Tuhan?”

Maka kira-kira jawaban Tuhan akan selalu balik bertanya, “Kaca mata apakah yang engkau pakai, hamba-Ku? Bila engkau mengasuh anakmu dengan selalu berprasangka baik pada-Ku, maka engkau layak berharap besar bahwa usahamu sebagai orangtua tidak sia-sia. Bahwa kelak anak-anakmu akan mendatangkan pahala dan kehormatan besar padamu. Namun bila engkau mengasuh anakmu dengan selalu berburuk sangka pada-Ku, maka engkau akan selalu meratap. Tak mungkin ada anak hebat yang dihasilkan dari orangtua peratap.”

Salam Smart Parents!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *