Kader Dakwah Milenial

|| Kontributor: Yuli RJ ||

Sore ini sedikit tergelitik dengan percakapan di salah satu whatsapp group yang saya ikuti. Awal percakapannya termulai ketika saya meminta lagu John Legend di group, pikir saya siapa tau ada yang punya. Benar saja dalam hitungan detik langsung ada yang nyaut, lope you pull kalau punya temen seperti ini. Responnya cepat untuk membantu sahabat.

Lha terus menggelitiknya di mana? Menggelitiknya di sini, saat ada yang rekomendasikan dangdut yang sedang buming, “bojo galak” ngeeek ternyata ada yang tau juga lagu itu di group ini, ternyata yah hehehehe. Berarti dangdut koplo telah berhasil dalam menjangkau semua kalangan, penyampaian yang luar biasa.
Lucu mbak?

Iya, setelah itu ada yang nanggepin di group “kader milenial” mak jang, “serius milenial? ” hanya dengan mendengarkan lagu itu saja udah bisa disebut kader milenial? Berarti selama ini saya kader milenial dong? Eh hehehe maklum ya gile bener ya kader zaman now harus update segala sesuatu yang sedang menjamur, bahkan sebelum berita itu ada kader harus udah harus tau saking milenial nya wekwekweka _(kidding)_

Tapi tunggu dulu, mencerna dari kata “milenial” yang lagi buming banget apa-apa kalau ada sesuatu baru yang dilakukan anak muda pasti di kaitkannya dengan milenial. Yup Kita sekarang hidup di zaman milenial yang ketika lapar tinggal nunggu di rumah nanti ada yang nganterin makanan, atau hanya tinggal di rumah saja tetiba atm bisa penuh rupiah sendiri. Ckckckckck sungguh milenial.

Jika gaya hidup sudah milenial ya sudah lah ketinggalan berita dikit aja pasti akan mendapat celetukan “zaman old sich”

Hehehehe, satu terobosan baru yang bisa diambil oleh pegiat dakwah di era kemilineal ini dalam menghadapi umat. Dengan berbagai fasilitas yang bisa dibilang cukup lengkap ini harusnya memudahkan para pegiat dakwah untuk melebar sayap.

Kebanyakan orang sekarang ini sudah terlalu dikeranjingankan oleh yang namanya handphone, laptop atau sesuatu yang berbau tekhnologi. Apapun bisa dibuat _viral_ segala sesuatu bisa dijadikan tranding topik hanya dengan menggunakan kekuatan tangan, sekali geser srutt _viral_ deh itu peristiwa, tinggal di giring dan dipantau aja dari rumah.

Lalu apa hubungannya dengan pegiat dakwah?

Hello, era milenial ini kecepatan suatu berita atau peristiwa menentukan eksistensi keberadaan seseorang atau satu golongan. Untuk pegiat dakwah pr terbesarnya adalah membuat konten-konten dakwah yang bisa mengimbangi para milianers. Jika dilihat selama ini para pegiat dakwah, akun media sosial para pegiat dakwah terutama yang anak muda rata-rata isinya tentang kegalauan jomblo semua, dari galau tipe a-z semua lengkap terbahas di situ. Tragis broh, padahala di kalangan milianers kegalauan jodoh itu udah gak ngehits, yang hits dikalangan mereka adalah kongkow seru dengan berbagai macam kegiatan seru dan mudah viral, pembahasan masalah yang santai, dan yang terpenting adalah membawa bahagia.

Bangun broh, matahari dah tinggi. Stop galau, jadikan masa penantian menjadi bermanfaat, ciptakan konten-konten dengan ide-ide kretif, jadikan era milenial ini era kebangkitan dakwah modern yang tak terlepas dari Alquran dan sunnah tentunya.

Yuuk jadi kader dakwah yang milenial, rangkul semua kalangan, jadikan perbedaan di era milenial ini sebagai penyambung jembatan para kader dakwah untuk berjalan beriringan.

Aise

#nulisaja
#pemuda
#milenial
#ayolebihbaik
#ukhtivis

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *