Kala Kantukku Kian Mendera, Gubernurku Masih Sibuk Pantau Bencana

Oleh: Uus*

“Di kali belakang banjir, Mba. Di-cancel saja, ya,” pinta driver online yang aku pesan siang kemarin, Senin (11/12). Setelah itu, tak ada satu pun driver online yang menerima orderan saya.

Hujan mengguyur kota Jakarta sepanjang siang hingga sore ini. Mungkin karena terlalu fokus menyimak paparan perkembangan ekonomi di kampus Pascasarjana Atmajaya, saya tak begitu tahu jika siang itu hujan demikian lebatnya dan menyebabkan banjir di beberapa tempat.

Terpaksa, saya harus menerabas hujan tanpa payung ke jalan besar dan menunggu Transjakarta yang tersendat macet super panjang.

“Biasa itu, Mbak. Kalau sudah hujan terus banjir pasti macet panjang. Ngga bakal ada driver yang mau ambil orderan,” jelas Mbak di sampingku saat ku tanya perihal susahnya mendapatkan layanan ojek online.

Akhirnya, kami pun sama-sama menunggu Transjakarta yang menuju stasiun Tebet.

Soal hujan ini, BMKG merilis telah terjadi Break Monsoon sepekan lalu. Yakni, berhentinya pembentukan awan selama kurun 2-5 hari. Setelah melewati Break Monsoon, awan dan hujan akan kembali terbentuk, dan prosesnya baru dimulai sejak 10 Desember kemarin.

Mau tidak mau, Gubernur Anies yang baru dua bulanan dilantik harus menghadapi ancaman banjir sewaktu-waktu hujan lebat turun. Bahkan diprediksi, hujan ekstrem akan mengguyur Jakarta beberapa waktu ke depan. Penyebabnya adalah pertemuan massa udara di sekitar perairan utara Jawa.

Alhamdulillah, hujan benar-benar berhenti saat Maghrib tiba. Hilir mudik kembali terjadi di kota tanpa tidur ini. Tapi kabarnya, banjir masih menggenang di beberapa tempat di Jakarta, seperti di Dukuh Atas, Semanggi, dan Jatipadang.

Dalam perjalanan pulang dengan kantuk mendera, justru datang kabar kalau gubernur baru yang diusung PKS, Gerindra, dan PAN itu sedang turun meninjau langsung titik banjir di Jatipadang, Jakarta Selatan.

Dalam situasi seperti ini, saya sih lebih memilih tidur untuk mempersiapkan esok hari. Bukan malah sibuk mengurusi banjir dan tetek bengeknya. Apalagi arloji telah menunjukkan hampir pukul 11 malam.

Tapi tidak untuk gubernurku satu ini. Ia masih harus memastikan bahwa besok Jakarta sudah siap beraktivitas padat kembali. Menjadi tugasnya, memastikan kota yang genap berusia 490 tahun ini tetap nyaman dihuni, maju, dan membahagiakan warganya.

Rasanya haru menyeruak di dalam dada, jika Jakarta benar-benar telah memiliki pemimpin terbaiknya. Pemimpin yang kita merasa aman dalam kepemimpinannya. Karena kita percaya, Gubernur Anies dan Wakil Gubernur Sandiaga yang kita pilih ini dapat mengemban tugasnya dengan baik.

*penulis adalah Aktivis Literasi Jakarta.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *