“Lari!!! Jangan hanya diam menunggu waktu yang begitu cepat berlalu.”

Ahlan wa sahlan ya Ramadhan. Sebelas bulan penantian, Allah perkenankan diri kita menemui bulan penuh rahmat dan ampunan. Madrasah Ramadhan menghampiri. Satu bulan Allah hadirkan waktu terbaik. Saatnya kita berlari. Saya rasa, bukan saatnya lagi memanjakan diri dalam balutan kemalasan. Di Madrasah inilah kita melatih untuk menempa diri. Seberapa kuat kita menjalankan ibadah yang mungkin di bulan lain terasa begitu berat.

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”
(HR. Ahmad)

Sudah membuat perencanaan?
Saya rasa setiap kita sudah begitu matang mempersiapkan segala perencanaan agar maksimal di bulan Ramadhan. Keberkahan yang telah Allah siapkan di bulan ini menjadi pemicu terbesar. Pelbagai keinginan untuk menjadi yang terbaik kita ikhtiarkan. Apatah lagi, begitu besar dukungan lingkungan sekitar membersamai kita dalam berlomba mengejar ibadah terbaik.

Akankah kita istiqomah?
Tantangan terbesarnya, istiqomah. Ia seperti saat kita sedang menaiki eskalator turun. Berat, sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Disinilah peran do’a bermain. Selama Ramadhan, selain di uji dalam meraih ibadah terbaik. Allah suguhkan waktu-waktu mustajab dalam berdo’a. Di sepertiga malam, saat sahur, saat beribadah, saat berbuka, dan bukan tidak mungkin saat kita membantu orang lain lah ijabah do’a begitu cepat hadir.

Semoga Allah perkenankan kita ikhtiar semaksimal usaha kita, sebesar-besar kemampuan kita. Fattaqullaha Mastatho’tum

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *