Marah [Catatan Ramadhan]

Marah itu tak pernah benar menurut Allah, menurut orang lain, bahkan, ketika telah tersadar, marah itu pun tak bagus bagi pemarah. Marah tak pernah bagus, bagi siapa pun.

Marah-marah, maki-maki, sumpah serapah, dan semacamnya itu hal yang banyak merusak puasa. Marah itu mengosongkan makna puasa. Berlapar dan berhaus diri tetapi nyaris tanpa pendidikan diri. Seperti secangkir kopi hangat paling enak sedunia yang tertetes arsenik atau sianida.

Tak banyak kesempatan untuk bisa meluruskan bab ini. Menyela orang yang sedang marah, lebih sering memasukkan diri ke dalam situasi tak nyaman. Melerai orang sedang marah-marahan, malah mengakurkan mereka dan membuat mereka marah bersama pada kita. Yang sedikit itu, di antaranya ketika dalam pengajian. Atau ketika membaca nasehat tentang hal buruk itu.

Dan saya menggunakan kesempatan yang tak banyak itu sekarang ini.

Karena sesungguhnya, marah-marah dan sumpah serapah itu tak pernah bagus untuk semua.

Pengajian menjelang Buka Bersama di Musholla Al Fatah, Deresan, Bantul, 11 Ramadhan 1439/26 Mei 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *