Mencari Titik – Titik Persamaan

|| Kontributor: Eko Jun ||

@ Majelis I’tibar

Titik persamaan dengan titik perbedaan itu perkara yang penting. Perlu strategi yang matang untuk menanganinya. Salah kelola, berakibat fatal. Dalam lembaran sirah nabawiyah, kita bisa melihat perubahan – perubahan strategi dalam mengelola titik perbedaan dan titik persamaan. Mari kita ambil beberapa contohnya, agar situasinya semakin jelas.

Pertama, konsisten berbeda. Sejak awal, umat islam mengambil posisi yang jelas, yakni menampilkan perbedaan dengan umat yang lainnya. Contohnya dalam masalah menyembah berhala, dimana tidak ada kata kompromi sedikitpun, sebagaimana ditunjukkan dalam kisah asbabun nuzul surat Al Kafirun. Contoh lain adalah penegasan status nabi ‘Isa, sebagaimana ditunjukkan dalam dialog antara kaisar An Najasi dengan Ja’far bin Abu Thalib.

Kedua, gradasi dan pentahapan. Saat periode Makkah hingga tahun kedua hijriyah, kita bisa melihat bahwa umat islam memiliki arah kiblat yang sama dengan kaum Yahudi. Demikian pula dengan puasa asyura, dimana perintah dari rasulullah disebabkan klaim umat islam atas hak amalan Nabi Musa. Namun pada periode selanjutnya, umat islam menegaskan sikap yang berbeda dengan kaum yahudi. Dari perubahan arah kiblat, waktu pelaksanaan puasa asyura hingga urusan kumis dan jenggot.

Ketiga, konsisten sama. Rasulullah berpartisipasi dalam banyak kebajikan umum dengan kaum Quraisy dimasa muda dan tidak mengingkarinya saat beliau sudah menjadi nabi. Misalnya pada peristiwa Hilful Fudhul, dimana rasulullah ikut serta didalamnya. Saat situasi dan kondisinya sudah berbeda, rasulullah kembali menegaskan keikutsertaannya andaikan ajakan seperti itu datang lagi kepadanya.

Mencari Kesamaan

Urusan titik persamaan dan titik perbedaan harus disikapi secara bijak oleh kita semua, khususnya para aktivis dakwah. Dilapangan, kita sering melihat sikap – sikap yang tidak proporsional dan berlebihan, hingga berpotensi menciptakan suasana disharmonis, untuk perkara – perkara yang sebenarnya tidak terlalu penting. Dari cara berpakaian, cara pergaulan hingga isu – isu dan komentar yang diunggah melalui medsos.

Ada sebagian aktivis dakwah yang konsisten memilih perbedaan dalam segala isu. Baik dengan sesama aktivis dakwah lainnya maupun dengan masyarakat umum. Akibatnya, dia jadi orang yang aneh karena menciptakan musuh dimana – mana. Di internal komunitasnya dianggap sebagai kader bermasalah, dimasyarakatnya dianggap memiliki ajaran sesat. Padahal, bisa jadi perbedaan (dan perdebatan keras) yang terpancar darinya sekedar ekspresi pribadinya saja. Entah karena memiliki pola pikir yang berbeda hingga sekedar ingin eksis.

Namun sebaliknya, jangan pula latah mengambil sikap yang konsisten sama. Karena membuat kita larut dan kehilangan pegangan. Atau yang lebih parah, gradasi dan pentahapan tapi dengan pola yang terbalik. Mestinya kita rubah kearah yang lebih baik, tapi malah jadi lebih parah situasinya. Semua perlu dipertimbangkan secara matang, baik segi esensinya maupun aspek kemaslahatannya.

Atas perkara yang ringan dan mendatangkan kemaslahatan, kita boleh mengambil posisi yang sama dengan pihak manapun. Termasuk dengan pihak lawan politik atau aktivis kamar sebelah sekalipun. Jangan pelit untuk berkirim jempol, berkomentar positif maupun sekedar bertegur sapa dengan mereka. Atas perkara yang berat dan prinsipil, jangan gunakan bahasa yang provokatif dan agitatif. Hindari komentar – komentar pedas dan bersifat menggeneralisir sebuah komunitas tertentu.

Kalau kami melihat ada aktivis dakwah yang mengunggah foto atlet olahraga, mengupas pertandingan bola atau memajang tokoh – tokoh populer yang menjadi idola masyarakat, kami biasanya tersenyum. Dalam hati kami berhusnudzan bahwa dia tengah mencari titik – titik persamaan dengan masyarakat. Karena kesamaan atribut, kesamaan hobi, kesamaan identitas dll adalah pintu awal menuju kesamaan hati dan keberterimaan dakwah. Wallahu a’lam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *