Miskin [Catatan Ramadhan]

Sistem sosial kita memang sedang sangat miskin. Ringkih. Lemah. Segenap perhatian kita hanya atau – minimal – lebih banyak untuk materi. Sedikit sekali kita memberikan perhatian pada aspek lain. Miskin sekali kehidupan ini.

Maka ketika datang Ramadhan, kemudian semua-semua ditumpahkan padanya. Mendekat padaNya iya, membangun kebajikan sosial iya, membayar zakat iya, membangun kehangatan keluarga iya, memperbaiki relasi sosial iya, dan semua-semuanya iya. Miskin sekali kehidupan kita.

Bagaimana penjelasan tentang pembayaran zakat yang melimpah di Ramadhan? Padahal ia terkait haul dan jatuh tempo yang tidak selalu Ramadhan. Misalnya. Miskin sekali kehidupan kita.

Maka jadilah Ramadhan kita adalah Ramadhan yang berat. Ramadhan yang menanggung beban berat. Ramadhan yang repot. Ramadhan yang belibet. Ramadhan yang tak fokus. Bahkan Ramadhan yang (terancam) gagal. Bukan cuma itu, Ramadhan kita adalah Ramadhan yang disiapkan untuk gagal. Ia tak lebih dari satu masa untuk berbuat berbagai macam kebaikan, yang nanti akan ditinggalkan setelah masa itu berlalu. Ramadhan yang penuh agenda. Miskin sekali kualitas kehidupan kita.

Setiap sarana memiliki tujuan. Mabit memiliki tujuan. Halaqah memiliki tujuan. Rihlah pun juga. Mukhayyam tak terkecuali. Lainnya juga. Mereka pun punya masa. Ada masanya masing-masing. Lalu, sekarang bayangkan jika Mabit itu sekaligus Rihlah, mukhayyam, bahkan arisan. Berat sekali beban yang ada. Memang miskin sekali kehidupan kita.

Cobalah lebih fokus pada isu besar Ramadhan. Istirahatkan sedikit kegaduhan agenda lainnya sementara waktu. Lalu bertekad melakukan lagi semua kebaikan-kebaikan lain itu di luar Ramadhan secara dawam dan lebih baik.

Nanti, kalau Allah ijinkan kita menemui Ramadhan tahun depan, kita agak mengistirahatkan beragam agenda itu dan fokus pada agenda khas Ramadhan lagi. Lalu mendawamkan lagi aktivitas lainnya dengan kualitas yang lebih baik lagi. Begitu seterusnya.

Mari mencoba. Ini telah separuh jalan. Pasti sulit. Itu karena kita memiliki kualitas kehidupan yang miskin lalu berharap bisa terperbaiki dengan menumpahkan semua-semuanya pada Ramadhan saja.

Bantul, 13 Ramadhan 1439/29 Mei 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *