Perpecahan di Depan Mata, Hanya Kita Yang Mampu Menghentikannya

Oleh : Aa Dym

Kita yang mengaku dirinya manusia
Bukan jin, bukan syaitan bukan malaikat
Kita yang mengaku hamba Allah SWT
Kita yang mengaku kaum beriman
Kita yang mengaku dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusanNya

Kita yang mengaku berketuhanan Yang Maha Esa
Kita yang mengaku berkemanusiaan yang adil dan beradab
Kita yang berpersatuan Indonesia
Kita yang mengaku berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kita yang mengaku berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kita yang telah bersumpah dihadapan Allah SWT dan rakyat Indonesia
Kita yang telah bersumpah bahwa kami adalah putra dan putri Indonesia
Kita yang telah mengakui keberagaman selain keberagamaan
Kita yang telah mengakui kebhinekaan selain keaneka ragaman suku bangsa, bahasa, kebudayaan dan juga agama
Kita yang telah mengakui bahwa hukum adalah harus di atas segala-galanya

Kita yang telah mengaku bahwa NKRI harga mati
Kita yang telah mengaku bahwa Agama adalah sesuatu yang utama alias harga mati juga
Kita yang mengaku bahwa ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniyah atau basyariyah

Pantaskah kita menodai atau merusak itu semuanya?

Kira-kira butuh sejarah apalagi untuk memperkokoh pilar-pilar itu?

Pantaskah kita saling membenci satu dengan yang lainnya?

Hanya karena perbedaan pilihan politik, ormas atau komunitas

Pantaskah kita saling membully, berpecah belah dan saling perang kata-kata atau ucapan, panggilan dan hinaan?

Padahal kita sudah melewati momentum sejarah #AksiBelaIslam 1, 2 dan 3 ada tagar saat 411 maupun 212.

Lalu angka berapa lagi yang akan kita gunakan untuk menyatukan generasi penerus kita ke depan? Hanya satu angka yaitu AHAD atau WAHID atau TAUHID

Hanya satu kalimat untuk menyatukan kita yakni kalimat tauhid setelah itu kita akan berada pada bingkai besar apakah kita kaum beriman, kaum yang ingkar atau kaum yang memutuskan atau merusak segala perjanjian kita baik perjanjian dengan Allah dan Rosul-Nya, atau perjanjian, ikrar atau sumpah diantara kita yang salah satunya adalah SUMPAH PEMUDA.

Bekasi, 27 Oktober 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *