Rahasia Orang Shaleh

@Majelis I’tibar

Menjaga rahasia termasuk di antara akhlak yang mulia. Menjaga rahasia memiliki spektrum yang sangat luas, dari urusan yang berkaitan dengan aib dan kekurangan hingga masalah rahasia negara. Ternyata, menjaga rahasia bukan hanya penting bagi emak – emak dan aparat intelijen. Orang – orang shaleh pun dituntut untuk memiliki kemampuan menjaga rahasia, khususnya di era digital seperti sekarang ini. Apa saja bentuknya? Mari kita selami :

Pertama, Merahasiakan Amal

Sebagai makhluk sosial, tidak mungkin kita menghindar dari pandangan masyarakat dan umat. Tentu saja akan ada amal – amal yang terlihat karena dikerjakan bersama – sama, seperti halnya shalat berjama’ah hingga naik haji. Terkadang, amalan yaumiyah itu juga ditanyakan oleh para pembimbing kita sebagai bentuk pengingat, penjagaan dan fastabiqul khairat. Namun umumnya, mereka memiliki amal – amal khusus dan istimewa yang akan dirahasiakan dari siapapun, termasuk dari keluarganya.

Di antara contoh terbaik tentu saja adalah Ali Zainal Abidin. Beliau adalah orang kaya dan dermawan. Tiap malam, beliau berkeliling Madinah dengan menggendong karung gandum di punggungnya, lalu dibagi di depan pintu rumah kaum fakir miskin. Di pagi hari, kaum fakir miskin menemukan sekantong gandum di depan pintu. Saat hendak menunaikan shalat subuh. Mereka baru mengetahui siapa yang membagi kantong gandum setelah Ali Zainal Abidin wafat. Karena tidak ada lagi kantong gandum di depan rumahnya.


Kedua, Merahasiakan Masalah

Namanya hidup, pasti tidak lepas dari masalah. Dari masalah pribadi, ekonomi, kesehatan, pekerjaan, rumah tangga hingga masalah negara. Sebagian orang senang menceritakan masalahnya diruang publik, baik untuk mencari simpati maupun solusi. Tapi orang – orang shaleh biasanya lebih memilih diam dan hanya mau menceritakannya kepada pihak – pihak tertentu saja, secara rahasia pula. Mereka tidak ingin masalah pribadinya menjelma menjadi masalah umat dan rakyat.

Di antara contoh terbaik tentu saja adalah Panglima Besar Jendral Soedirman. Beliau punya masalah besar dengan kesehatan paru – parunya. Namun tugas menghendaki dirinya menjadi panglima perang dan terjun langsung dimedan juang. Beliau tidak pernah membicarakan apalagi mengeluhkan kondisi kesehatannya dihadapan para prajuritnya. Saat Belanda berhasil menduduki Jogjakarta, Beliau menunjukkan sikap tegasnya untuk tidak mau tunduk dan menyerah (berbeda dengan pilihan Presiden Soekarno). Alhasil, kondisinya yang penuh kekurangan justru memicu semangat pasukannya untuk terus berjuang.

Ketiga, Merahasiakan Aib

Setiap manusia pasti punya kesalahan, baik karena kejahilan, kesengajaan maupun terlena bujuk rayu. Sebagian sudah sadar, bertaubat dan berhijrah. Sebagian masih terus saja bergumul dengan dosa dan maksiat. Orang – orang shaleh, sungguhpun mengetahui catatan negatif dan masa kelam seseorang, umumnya lebih senang untuk merahasiakannya. Mereka tidak suka sebut nama dan lebih memilih berbicara tentang ciri – ciri dan modusnya. Jika bermaksud memperingatkan pihak lain, maka dia akan menggunaka bahasa yang seperlunya saja.

Di antara contoh terbaik adalah Hudzaifah ra. Beliau adalah satu – satunya shahabat yang diberitahu oleh Rasulullah tentang daftar nama kaum munafik yang ada di Madinah. Namun beliau sudah berjanji untuk tidak membocorkannya kepada siapapun. Ayat dan hadits yang menceritakan tentang ciri, sifat dan karakter kaum munafik sangat banyak. Sebenarnya sangat mudah saja untuk mendeteksi siapa – siapa yang menjadi golongan munafik, khususnya pada tingkat tokohnya. Namun, pilihan untuk tidak menyebut nama akan memudahkan untuk bertaubat dan berhijrah, khususnya bagi mereka yang sekedar terpengaruh dan hanya ikut – ikutan saja.

Khatimah

Sebuah rahasia kadang tetap harus dirahasiakan, kadang harus diumumkan. Semua bergantung pada situasi dan kondisi serta kemaslahatan yang ingin diraih. Jika berkaitan dengan urusan pribadi, orang – orang shalih lebih senang untuk merahasiakannya. Namun jika menyangkut urusan organisasi, umat dan negara, orang – orang shalih berupaya untuk memperbaiki, tanpa perlu mengumbar daftar rahasia yang dimilikinya secara berlebihan. Semoga kita bisa mengikuti jejak langkah mereka.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *