Saatnya membalas Budi, Bung! Ghouta tidak Sendiri

“Semoga kelak Indonesia menjadi negeri yang tak melupakan sejarah, berjuang membebaskan bangsa lain yang masih terjajah. Saya yakin mereka tidak akan lupa saat mereka merdeka nanti. Pastilah mereka akan mengingat kebaikan kita ini membebaskan tanah Arab yang masih dalam pendudukan bangsa lain.” ucap Abdurrahman Azzam Pasya meyakinkan Mahmud Fahmi Nokrasyi selaku perdana menteri Mesir kala itu.

Abdurrahman Azzam Pasha, sekjen liga Arab itu berkeyakinan teguh jika suatu hari nanti Indonesia akan memainkan perannya dalam pembebasan negeri-negeri terjajah. Negeri nun jauh di sana, yang mungkin masih berpeluh dalam kesendirian, tergerus waktu, namanya bahkan bisa menghilang dari peta dunia dan berganti dengan nama lain.

Sebuah kado indah dari Azzam melalui liga Arab mendatangi negara-negara Islam dan memboyong dukungan Mesir, Suriah, hingga Palestina untuk kemerdekaan Indonesia.

Tak berhenti di situ, Azzam pun juga mengirim utusan dari Liga Arab untuk datang langsung ke Indonesia dengan membawa segenggam pesan yang berbunyi “Negeri ini tidak sendiri,Bung!”

Betapa indah kado dari bangsa Arab Indonesia.

Suriah menjerit, Ghouta terjajah oleh rezim AL Assad. Bangsa Islam terluka. Ratusan ribu nyawa melayang, anak tak berdosa menjadi korban, warga tak berdaya kehilangan sanak saudara

Sejarah seakan berulang. Akankah negeri ini mengingat kala satu persatu uluran tangan lembut itu mengakui kemerdekaan Indonesia?

Inilah saatnya, inilah waktunya Indonesia memberikan kado terindah untuk Ghouta dan mengirim utusan dengan segenggam pesan “Ghouta tidak sendirian, Akhi! sebagaimana dulu bangsa Arab memberikan kado terindah untuk Indonesia.

Aise

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *