Selamat Berperilaku Layaknya Orang Bertaqwa

“Pernahkah engkau melintasi jalan yang penuh duri?” Ubay bin Ka’ab r.a. bertanya balik kepada Umar bin Khattab r.a. yang memintanya menjelaskan makna taqwa. Begitulah sahabat Rasulullah saw. Meski Umar dikenal sebagai orang yang sangat ketat dalam bersikap, dan menjadi teladan umat manusia dalam sikap taqwa, namun tetap ia tak sungkan mencari definisi atas karakter yang sudah ia jiwai itu kepada orang lain. Karena sikap tawadhu’nya.

“Pernah,” jawab Umar. “Apa yang kau lakukan?” tanya Ubay lagi. “Aku berjalan dengan hati-hati,” kata Umar. “Nah itu lah taqwa,” pungkas Ubay.

Dan seperti itu lah kita mengarungi hari di bulan Ramadhan, dengan penuh kehati-hatian. Karena inginkan amal puasa yang utuh, tanpa terkikis oleh maksiat yang sadar atau tidak kita lakukan. Karena kalau tidak, maka keadaannya seperti hadits Rasulullah saw:

“Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR Ibnu Majah)

Orang yang bertaqwa, baik ia sedang puasa atau tidak, selalu menjaga aktifitasnya. Selalu terngiang pertanyaan, “Apakah Allah ridho bila aku melakukan ini?” Tak sembarangan ia berbuat sesuatu, selalu dipindainya apakah Allah akan murka atau tidak.

Ia tahu, betapa cemburunya Azza wa Jalla terhadap hamba yang berbuat maksiat. “Sesungguhnya Allah cemburu, dan kecemburuan Allah ketika seorang mu’min melanggar apa yang Allah larang” (Muttafaq alaih)

Dan apabila seorang muttaqin terjerumus juga pada kesalahan, ia akan buru-buru memohon ampun kepada Allah swt. (QS Ali Imran: 135)

Selama Ramadhan kita akan berperilaku selayaknya orang muttaqin. Yang menjaga diri jangan sampai berbuat salah. Bila khilaf, segera beristighfar. Bedanya, bila orang bertaqwa melakukan itu setiap saat walau pun ia tidak sedang berpuasa, kita – atau mungkin saya aja ya… yang lain tidak – berhati-hati menjaga sikap karena tidak ingin pahala puasa berkurang.

Ya semoga saja kebiasaan dadakan itu menjadi karakter permanen, sehingga mencapai hasil yang diinginkan Allah swt ketika mewajibkan umat muslim ibadah puasa di bulan Ramadhan: “… agar kalian bertaqwa.” (QS Al-Baqarah: 183).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *