Surat Terbuka untuk Sahabat

Oleh Dedhi Suharto

Telah kita jalani bersama
Perjalanan mendaki langit
Yang telah diingatkan akan sulit
Bukan hanya oleh terjalnya bukit
Tapi sering karena aroma-aroma legit

Sahabat, bersama kita saling ta’awun
Saling mendoakan dan memohonkan ampun
Kau yang pimpin kami semua berhimpun
Saat giliran yang lain mestinya tetap serumpun

Tapi itulah kenapa shalat berjamaah berderajat dua puluh tujuh
Karena sendirian kita bebas berbuat _atuh_
Sedangkan bersama-sama tentu perlu rela patuh
Bila ingkar berarti marwah runtuh

Semuanya bermula dari hasad
Lalu setan pun lewat
Membuat kita merasa hebat
Padahal api membakar kayu dengan kobaran dahsyat

Sahabat, kembalilah
Bila nafsumu telah teratasi
Hanya kepada Allah-lah
Kita menyembah dan berbakti

*DS, 17 Sep 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *