Tentang Sedikit Harapan Itu [Catatan Ramadhan]

“Beh.. tolong diginiin ya..”, kata Mican sambil mencontohkan gerakan mengaduk-aduk kecil masakan berkuah di atas panas api sedang itu. “Supaya nggak rusak..”, katanya seperti memahami dan mengantisipasi ketidakfahamanku. Aku membatin, mungkin supaya santan di masakan ini nggak pecah atau semacam itu. Seperti yang pernah aku dengar-dengar itu.

Aku melakukan perintahnya itu. Tetapi, belum lama, sudah ada perintah baru. “Sudah, be.. Sekarang ngupas telur..”, katanya. Aku pun menjalankan perintahnya. Belum lama, datang perintah baru. “Diginiin, beh..”, katanya mencontohkan membuat sayatan-sayatan pada telur-telur rebus itu. Aku tak menjawab, hanya menjalankan arahan itu. “Trus dicemplungke ya, beh..”, katanya kemudian. Aku pun manut. “Sekarang diaduk lagi kek tadi..”, katanya. Aku pun mengaduk lagi. “Supaya tidak rusak khan, Can..”, kataku dalam hati saja.

Di balik punggungku, dia beraktivitas yang lain, entah apa itu.

Lalu aku memanfaatkan kekosongan perintah itu dengan bertanya padanya.

“Mican tau cara masak ini piye, Can? Khan kamu nggak disiapkan untuk masak, punya anak, dan lainnya. Kamu khan nggak benar-benar belajar untuk ini semua?”.

“Trus apa nggak kaget, Can? Khan begitu banyak hal baru, bertubi-tubi datangnya, dan seperti tanpa henti…”, tanyaku sambil terus mengaduk. Mengaduk masakannya.

“Belum lagi, ternyata kamu menikahi laki-laki yang cuma begini ini. Laki-laki yang sangat biasa, mendatangkan banyak masalah baru, menyeretmu dalam dinamikanya..”, kataku sambil terus mengaduk. Mungkin mulai mengaduk hatinya juga.

Dan hari ini, aku sholat di sebuah masjid tempat aku menerima nikahnya. Hari ini, aku duduk di bagian shaf laki-laki itu lagi. Waktu itu, kata adikku, Mican menangis setelah ijab kabul itu dinilai sah. Dua puluh lima tahun yang lalu.

Waktu itu, kami hanya punya sedikit harapan, sedikit cita-cita, dan banyak ketidaktahuan. Dan hari ini, kenangan dan kesadaran itu mengaduk hati kami.

Laa haula wa laa quwwata illa billahi.

Eko Novianto
Sleman, 12 Ramadhan 1439/28 Mei 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *