UJIAN TAK BERJEDA

Belum kokoh rumah saudaraku di Lombok, belum kering air mata di pipi..
Jerit tangis kehilangan nyawa, bergaung mengiris hati karena gelimpangan jasad tergerus arus Tsunami di Palu-Donggala..
.
Tak lama berjeda tanah Madura, Bali digoncangkan pula..
.
Apa salah kami?
Apa salah Ibu Pertiwi?
.
Terlalu banyak khilaf dan salah yang ku tutup-tutupi, aib yang terpampang nyata tapi sengaja dibutakan nafsu hewani..
.
Dan kini ujian sebenarnya di uji, gejolak keimanan dalam dada dibombardir oleh kelakuan oknum yang berniatkan suci..
Menjaga keutuhan NKRI..
.
Tak peduli apa maksud dan niat dalam hatimu wahai para bedebah!
.
Kalimat tauhid yang kau bakar itu..
Adalah kalimat pertama yang didengungkan Ayahku ketika aku lahir ke bumi..
.
Kalimat pertama yang orang tua dan guruku ajarkan sebagai tanda keimanan dan sahnya sholat kami..
.
Dan ketika anakku lahir kelak, kalimat tauhid itu pula yang diperdengarkan pertama kali ke gendang telinganya..
.
Dan kau tahu?
.
Kalimat tauhid itu yang akan menyelamatkanku dari api neraka jahannam, ketika nafas telah di ujung tenggorakanku dan malaikat maut siap menjemput..
.
Laailaaha ilallah..
Laailaaha ilallah..
Laailaaha ilallah..
Laailaaha ilallah..
Laailaaha ilallah muhammadarrasulullah..
.
Muĥammad:19 – Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

Ida Ayu

Bandung, 25 Oktober 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *