Ada Kamu Dihatiku

0
416

Cinta di Depan Penghulu

@ Memetik Buah Kasih Sayang

Sewaktu pertama kali disodori fotomu, kulihat wajah imut dan menggemaskan. Sangat mirip Aiswarya Rai, megabintang bollywood. Ah, beruntungnya diriku kala itu. Setelah ta’aruf pertama, aq terkejut bukan main. Karna foto yang kau berikan, ternyata foto kala SMA. Tapi aq malu untuk mundur, karna rasa hormatku pada murobbiku. Ternyata, lama – lama engkau terlihat cantik juga.

Sewaktu mengandung anak pertama, kau tengah ditempatkan di Desa Bolang, Dayeuhluhur. Ngidamnya sederhana saja, nasi padang. Masalahnya, tidak ada warung nasi padang di Dayeuhluhur. Ku rela pergi turun gunung ke kota, melintasi propinsi, dari Dayeuhluhur ke Kota Banjar. Hanya sekedar membelikan nasi padang. Karna rasa cintaku pada bu bidan.

Foto ta’aruf dari Bu Bidan yang bersejarah, kini ku simpan di dalam mushaf Al Qur’an. Dibagian akhir, setelah doa khatam. Agar bisa kucium, setiap kali khatam Al Qur’an. Sebagai tebusan atas impian yang tidak terwujud, untuk muraja’ah ria di malam pertama.

Demikianlah, cinta akan terasa indah jika dipetik pada waktunya. Ini ceritaku, apa ceritamu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here