Aku Gak Boleh ke Masjid

0
119

dari masjid menuju kebangkitan peradaban 3

“bundaaa”

Teriak Rasya ( 4 tahun) ketika pulang dari masjid. Kakak saya pun bergegas berlari menghampiri anak keduanya itu.

Rasya menangis, tangisannya kali ini bukan karena dijailin teman atau terjatuh saat bermain.

Baru pertama kalinya Rasya menangis saat pulang dari Masjid. Beberapa saat menunggu Rasya tenang bundanya hati-hati bertanya pada Rasya kenapa dia menangis? Jawaban Rasya persis seperti apa yang berada di benak saya “Dimarahin saat berisik di masjid”

Masjid, seperti yang kebanyakan kita ketahui masjid adalah tempat untuk beribadah, tempat untuk menimba ilmu, tempat orang-orang salih berkumpul.

Namun Masjid yang diketahui anak-anak adalah, masjid tempat langka bagi anak-anak, masjid tempat menyeramkan (sering di marahi bapak-bapak di sana), tempat yang sangat dikramatkan bagi anak-anak.

Anak-anak yang seharusnya sejak dini dikenalkan dengan lingkungan masjid, yang sejak dini harusnya sudah mulai dibiasakan cinta masjid, kini yang terjadi Anak-anak jadi jarang ke masjid, anak-anak jadi takut ke masjid, anak-anak …. ah sayang sekali.

Tempat yang agung itu kini sudah jauh dari celoteh anak-anak saat belajar membaca Alquran, tempat yang agung itu kini sunyi tanpa hentak kaki anak-anak

Jangan salahkan pemilik warnet, ketika warnet lebih banyak disambangi anak-anak ketimbang masjid, jangan salahkan pemilik PS ketika warung PS lebih banyak digandrungi anak-anak ketimbang masjid.

Aise

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here