Apakah Karena Aleppo?

0
201

Eko Novianto

Kisah Aleppo itu kepedihan. Tapi apakah karena Aleppo lalu tak tepat mendukung timnas? Karena tak sesuai dengan suasana di sana? Atau karena ada suasana di hatimu?

Lalu bagaimana dengan sepedaan? Makan-makan? Selfi-selfi? Jalan-jalan? Ngupi-ngupi? Shoping-shoping buku? Walimah-walimah? Bagaimana dengan tabungan kita, bisnis, tablet, smartphone, atau gadget kita? Lalu bagaimana dengan sekolah anak-anak kita? Les dan kursusnya? Extrakurikulernya? Bagaimana dengan seminar-seminarnya? Parenting-parentingnya? Lomba-lombanya? Atau bagaimana dengan mobil dan kendaraan kita? Asesorisnya? Touring-touringnya? Juga bagaimana dengan pet? Klangenan? Piaraan-piaraan kita? Juga tanaman-tanaman kita? Bunga? Buah-buahan? Juga bagaimana dengan baju? Sepatu? Kerudung? Parfum? Kosmetik? Juga lainnya?

Aleppo adalah kepedihan, tapi tak perlu menambah kepedihan di sini. Kita ingin Aleppo akan segera seperti di sini dengan aroma wangi, harum aroma makanannya, sorak sorai supporternya, warna-warni fashionnya, wisata dan trip-nya, dan mungkin lainnya.

Jika tak suka sepakbola, jika tak suka pit-pitan, jika tak suka pet-petan, jika tak mau touring, atau yang lain, cukupkan itu tanpa menyeret Aleppo.

Jika masalah ada di hati kita, tak perlu menyeret Aleppo ke mari. Ayo kita bawa kebahagiaan kita ke sana tanpa menciptakan ketidaknyamanan di sini.

Jakarta, 19 Desember 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here