Enkapsulasi Amal Sholeh

0
19

Kehidupan Allah ciptakan dan berikan pada makhluk, dengan tujuan sebagai kontestasi siapa yang paling baik perbuatannya (QS Al Mulk: 2). Sementara, amal sholeh manusia adalah produk yang paling ringkih, paling rapuh, paling rawan penggembosan. Maka diperlukan “enkapsulasi” pada setiap aktivitas kebaikan.

Hidup berarti beramal terbaik, yang akan kita bawa ketika kembali pada-Nya. Namun, betapa banyak letih penat berdiri dalam sholat tak berbekas kecuali menjadi debu berterbangan. Lapar dahaga puasa siang hari hanya sia-sia.

Ada “rayap” berupa riya’ dan sum’ah yang bergentayangan menggerogoti setiap bentuk amal sholeh anak manusia. Kecepatan mereka memusnahkan sebuah pahala sangat mengagumkan. Bahkan sebelum sebuah perbuatan dilakukan, bisa dibuat tak berarti.

Maka, ikhlas adalah kapsul terbaik pembungkus amal manusia. Satu-satunya cover yang kokoh yang dengan itu Allah memverifikasi perbuatan positif dan mengganjarnya dengan pahala.

Keikhlasan itu harus dibungkuskan ke sebuah amal, sebelum, ketika, dan sesudah dilakukan. Menjaga keikhlasan sebelum berbuat (ketika masih diniatkan) menjadikan kita punya perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan. Kalau sebelum beramal sudah tidak ikhlas, maka kita akan merencanakan hal-hal di luar tujuan, yaitu keridhoan Allah swt. Hanya merancang sebuah keletihan tak berarti. Malah bisa berbalik menjadi adzab.

Menjaga keikhlasan saat perbuatan sedang dikerjakan membuat kita fokus pada aktivitas dan sasaran. Tidak ikhlas saat beramal, mengundang spontanitas yang norak yang bisa mengacaukan suasana.

Menjaga keikhlasan setelah beramal menjauhkan kita dari rasa besar kepala dan cepat puas. Ketiadaan ikhlas setelah mengerjakan sesuatu, membuat kita mengungkit-ungkit jasa pada manusia dan harap-harap cemas menanti pujian.

Ikhlas punya dzat anti rayap riya’ dan sum’ah. Hati yang alpa dari kapsul tersebut, maka akan menjadi sarang hama yang menghabisi setiap amal sebelum dan yang akan terjadi.

Namun bila kapsul-kapsul keikhlasan memenuhi hati, maka jadilah orang tersebut berderajat mukhlas. Yang Iblis tak mampu memperdayainya. (QS Shad: 83)

Lakukan enkapsulasi pada setiap kita beramal, agar tahan lama dibawa ke akhirat.

Zico Alviandri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here