Isra Mi’raj dan Ilmu Pengetahuan

Dengan apa manusia menyangkal Isra’ Mi’raj? Dengan ilmunya yang secuil.

Maka dulu mereka berkata tak mungkin bisa seseorang berjalan hanya dalam semalam hilir mudik Mekkah – Yerusalem. Seraya menyangka teknologi di zaman itu telah berada di puncaknya.

Waktu bergulir 14 abad kemudian. Dan tersibaklah ketidakmungkinan itu. Setelah burung besi ramai lalu lalang di angkasa.

Kini, penyangkalan berlanjut dengan, “tak mungkin alam semesta ini dilintasi hanya dalam satu malam”. Diajukan argumentasi teori kecepatan cahaya, teori relativitas, dan lain sebagainya. “Mustahil,” simpul mereka.

Bila misteri Isra’ saja butuh waktu 14 abad untuk dipahami, lalu berapa lama agar Mi’raj terdengar masuk akal?

Akhirnya keimanan menyudahi kerut kening yang keheranan. Ilmu pengetahuan akan terus berkembang. Namun keyakinan akan peristiwa Isra Mi’raj tidak menanti akal terpuaskan.

Sebagian orang yang mengimani kejadian itu membuat spekulasi-spekulasi agar Isra Mi’raj bisa bersesuaian dengan teori-teori yang ada. Ya terserah saja. Namun bila kelak berkembang pengetahuan baru yang membantah yang sempat berlaku, jangan sampai ada iman mengempis.

Jangan sampai minder gara-gara apa yang harusnya diimani tak bisa dibuktikan oleh segenap teori di zaman ini.

John Dalton dibantah oleh JJ Thompson. Heliosentrisme membantah geocentrisme. Banyak penyakit yang dulu tak ada obatnya, kini bisa disembuhkan. Semua ilmu itu akan ada pembaharuan.

Tapi manusia angkuh. Di setiap penemuan anyar, ia menyangka telah mencapai puncak pengetahuan. Lalu dengan itu ia meremehkan apa yang dianggapnya tak masuk akal dalam ajaran agama.

Tak perlu minder. Tentang dua laut yang tak dapat bercampur, tentang perkembangan janin, fenomena pergerakan gunung, dan berbagai hal dalam Al-Qur’an yang telah terbukti oleh sains, itu pun tak menjadikan orang-orang kafir beriman.

Maka bersyukurlah yang telah dikaruniai hidayah dan taufik oleh Allah swt untuk mengimani semua ajaran Islam, yang masuk akal atau pun tidak.

Zico Alviandri

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *