Jangan Bunuh Kami Dengan Keegoisanmu

0
171

lalat

Pernah merasakan bagaimana rasanya naik kendaraan umum? Seperti angkot misalnya?. Sempit, panas, bising, belum lagi ditambah macet, pengamen yang naik turun, dan ngetem. Duh rasanya kadang pengen teriak ke Abang supirny, namun apa daya toh Abang supir juga harus memenuhi setoran dan pulang bawa uang untuk anak istri.

Biasanya bila dalam kondisi macet atau Abang supirnya ngetem saya suka habiskan waktu dengan membaca buku.

Nah ini nih, hal yang sering saya jumpai di angkutan kota. Sedang asik-asik baca tetiba ada sesuatu yang mengganggu aktifitas saya tersebut. “Asap rokok” Masya Allah, bila aroma itu sudah tercium kepala langsung terasa pusing, mual, dan berbagai perasaan tidak nyaman langsung menjalar disekujur tubuh. Apalagi di dalam angkutan begini, yang mana asap rokoknya akan menyebar keseluruh ruangan angkot itu saja. Saya dan penumpang lain yang tidak biasa dengan bau asap rokok pasti akan menggerutu, tak segan-segan pula saya untuk menegur si pelaku tersebut.

Inilah keegoisan perokok, mereka merokok di mana saja dan kapan saja tanpa memperdulikan orang sekitar, mereka yang menikmati rokoknya kita yang terkena imbasnya, bila ditegur mereka lebih galak dari pada kita, mereka selalu punya alibi untuk membela hobinya tersebut.

Kadang suka iseng kepikiran untuk buat gerakan “Angkutan tanpa asap rokok” supaya para penumpang angkutan bisa bernafas lega untuk menggunakan fasilitas umum ini.

Untuk para perokok, kami yang bukan perokok ini sudah minoritas bukan mayoritas lagi. Pahamilah kami sedikit saja, janganlah kalian bunuh kami dengan keegoisan kalian.

#29 Mei hari tanpa Tembakau

Aise

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here