Jatuh Cinta Sebelum Sah Itu Musibah

0
302

Dini hari kemarin saat ku lipat mukena ku dering telponku berbunyi, adik ku yang saleh rupanya menelponku. Tapi ada apa gerangan sepagi ini adik nelpon kakaknya?

“Assalamualaikum Mba?, sudah salat Mba?”

“Walaikumussalam, alhamdulillah sudah Mas?” Ku jawab pertanyaan dari adikku. O iya karena aku punya satu adik lagi makanya saya memanggil adikku ini dengan panggilan “Mas” kalau kata orang Jawa membahasa kan yang muda.

“Ada apa Mas, kok tumben pagi-pagi nelpon Mbak?” Mas sudah salat” sambungku balik bertanya padanya.

“Aku besok aja salatnya hehehehehe” jawabnya

Astagfirullah, dasar adikku yang satu ini benar-benar suka bikin kakaknya jengkel. Adik laki-laki ku ini memang belum sempurna dalam beribadah. Salat lima waktu saja masih bolong-bolong usianya sudah menginjak 19 tahun padahal, kami terlahir bukan dari keluarga yang faham agama. Alhamdulillah rumah kami bersebrangan dengan masjid, jadi orang tua kami selalu mengingatkan kami untuk salat di masjid. Dan hanya itu yang diajarkan orang tua kami tentang agama, salat di masjid dan belajar baca, tulis alquran di madrasah dekat rumah. Terkait pergaulan antara laki-laki dan perempuan pun orang tua kami tidak pernah mengajarkannya kecuali untuk menjaga diri.

Kembali pada adik saya yang saleh.

“Mbak, ternyata pacaran sebelum sah itu musibah ya” lanjutnya di telpon

“Hemmzz” terus? Tanggapku

“Berarti aku selama ini kena musibah dong Mbak?, katanya lagi, kalau pacaran itu katanya nungguin jodoh orang, berarti aku selama ini nungguin jodoh orang dong Mbak?”

“Hahahaha” aku tertawa di dini hari yang gelap ini karenanya.

“Terus piye le?, masih mau tetep lanjut pacaran atau mau di nakahi? Atau mau diputus aja si dia” tanyaku sambil memberi pilihan pada adikku.

“Bntar mbak, kalau aku putusin aku masih suka. Kalau aku nikahin, aku ngelangkahin Mbak dong”

“Yow ndak papa toh Mas” jawabku meyakinkannya

“Jadi pripun Mas?”

“Tak mikir-mikir dulu Mbak, doain adiknya ya mba mogo-mogo saget melewati musibah ini hehhehe, Assalamu’alaikum mbak” jawabnya sambil menutup telpon sebelum aku sempat memberi jawaban.

“Walaikumussalam. Aamiin ya Allah”.

Semoga Allah selalu melindungi mu dan semoga hidayahNya segera menghampirimu ya adikku yang saleh.

Aise

#Indonesiatanpapacaran
#Ayolebihbaik
#pejuangpena

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here