Mari Proporsional

0
13

|| Kontributor: Enjang Anwar Sanusi ||

Heboh soal pemutaran kembali film Pemberontakan G30S/PKI, mau tidak mau kembali mengangkat peran Soeharto. Bapak pembangunan itu, presiden kedua RI yang memerintah selama 32 tahun.

Bermunculan foto-foto beliau saat muda. Fans-fansnya  mulai berani tampil. “Piye kabare lek, enak zamanku toh?”

Sementara itu, kaum kiri juga tak kalah sengit, mulai mengeluarkan label, “Turn Back Orba!” Mereka mengeluarkan momentum-momentum negatif kepemimpinan si bapak pemilik senyum khas itu.

Kata teman, “kita gak bisa menolak masa lalu.”

Kalau saya sih memilih proporsional memandang sejarah dan pemimpin masa lalu negeri ini.

Untuk 3 nama yang sudah wafat..

Soekarno

Saya suka Bung Karno yang mencetuskan ide-ide persatuan. Berdikari diatas kaki sendiri, lepas dari penjajahan yang beratus tahun.

Saya suka Bung Karno yang rela menghabiskan waktu dari tahanan ke tahanan, dari buangan ke buangan di pulau-pulau terpencil, Ende, Digul, Bangka.

Saya suka Bung Karno dan Peristiwa Rengasdengklok. Saya suka Bung Karno Sang Proklamator.

Saya kurang suka Bung Karno yang plamboyan.

Saya gak suka Bung Karno yang memberikan celah komunis tumbuh dan berkembang. Saya gak suka Bung Karno yang menyandingkan agama dengan komunis dalam NASAKOM itu. Saya gak suka Soekarno yang membubarkan Partai Islam Masyumi.

*

Soeharto

Saya suka Soeharto yang menumpas G30S/PKI

Saya suka Soeharto yang memulihkan perekonomian Indonesia. Mengurusi rakyat yang tak terurus sandang, pangan dan papannya selama Orde Lama.

Saya suka Soeharto dengan program-program swasembada dan istilah-istilah lainnya. Ekstensifikasi pertanian, intensifikasi pertanian, kelompencapir, kabinet pembangunan.

Saya gak suka Soeharto yang terlalu lama memimpin.

Saya gak suka Soeharto yang menutup keran Islam politik. Membungkam kritik atas nama stabilitas.

Saya gak suka DOM di Aceh, Peristiwa pembantaian muslim Tanjung Priok dan Talangsari Lampung.

Saya gak suka KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) yang akhirnya menumbangkan kembali negeri ini ke titik negatif, Macan Asia gagal tinggal landas.

Gus Dur

Saya suka Gus Dur yang menjadi solusi, tampil menjadi penengah saat sebagian rakyat belum siap menerima Megawati, dan sebagian yang lain menganggap Habibie adalah kepanjangan orba.

Saya suka libur sebulan penuh ala Gus Dur, bagi siswa sekolah di bulan Ramadhan 😀

Saya gak suka saat Gus Dur ungkapkan ketertarikannya membuka hubungan diplomasi dengan Israel.

Mari proporsional
Mari tawazun
Mari berimbang

Kata teman, “kita gak bisa menolak masa lalu.”

Kampung Dua, 24 September 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here