Memori Tarwiyah

0
179

@vi3nzz, 2016

Gemuruh di dada rasanya masih membuatku sesak tiap menjelma lintasan kenangan di hari Tarwiyah. Delapan tahun berlalu. Namun haru, cemas, harap, rindu seperti mendadak reuni di relung kalbu.

Wajah-wajah sendu lalu berkelebat di benak. Tampilan mereka hampir mirip denganku. Berbalut jilbab berwarna serupa. Berbekal tas ransel hitam seragam. Bertalbiyah seirama sepanjang perjalanan menuju Mina.

Tapi yang paling membuatku sesak di awal hari ini delapan tahun lalu; karena susah payah menahan tangis yang hampir pecah, adalah ketika kuminta restu dari keempat orang tua nun jauh di tanah air.  Restu itu berupa permohonan maaf, terima kasih dan meminta doa-doa mereka selalu mengiringi kami selama kurang lebih enam hari perjalanan suci.

Kusampaikan semua dengan singkat dan suara bergetar. Bukan karena tak ingin berbincang lama. Tapi sungguh tenggorokan ini tercekat hebat…

“Kami berangkat hari ini, Ma. Maafkan segala kesalahan kami, ya. Makasih sudah banyak membantu urusan haji kami. Mohon doakan supaya perjalanan kami lancar, sehat dan selamat.”

Terimakasih Pah, Mah, Ayah, Ibu.
Doa pertama dan utama kami menyertai kalian selama hidup kami.

~8 Dzulhijjah

#kenanganhaji
#birrulwalidain
#prioritasdoa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here