Menanti Sang Kapten

0
130

@ Status Pribadi

Memasuki kehamilan yang ketujuh, bu bidan malah jadi mengidolakan Captain America. Sosok Steve Rogers yang diperankan oleh Crish Evans ini memang punya banyak daya tarik. Wajahnya tampan, sosoknya jantan. Meski tak sepandai Tony Stark (Iron Man) dan Bruce Banner (Hulk), namun pesonanya tetap tidak terkurangi. Karena ditunjang karakternya yang kuat sebagai leader serta tampilan fisiknya yang sangat atletis. Sosok Bruce Banner yang diperankan oleh Eric Banna sebenarnya layak disandingkan, namun pendalaman karakternya masih kalah dengan Steve Rogers.

Didalam dunia film, sosok pahlawan (apalagi superhero) memang seringkali digambarkan dengan tampilan yang perfect. Tampan, kaya, jenius, kekar plus memiliki kekuatan super. Padahal di alam nyata, kehidupan para pahlawan sungguh memprihatinkan. Wajahnya pas – pasan, dililit banyak masalah dan seringkali memiliki cacat fisik disana sini. Memang banyak orang memuja dan mengidolakannya, namun tidak banyak yang memperhatikan kehidupan dan kebutuhannya. Di masa muda pun begitu, terlebih dimasa tua. Selain pahlawan, para atlet olahraga juga memiliki kondisi yang kurang lebih sama. Meski kehidupannya juga penuh dengan masalah, tapi mereka terus dituntut untuk melakukan kerja – kerja besar bagi sesamanya.

Jika ada sosok pahlawan super yang digambarkan mendekati kenyataan, mungkin Spiderman lah orangnya. Dalam hal ini adalah trilogi Spiderman yang diperankan oleh Tobey Maguire. Dia dihimpit dengan masalah ekonomi, kehidupan cintanya tak menentu serta banyak mengalami kegoncangan psikologis. Dia harus belajar mandiri, mengejar cintanya sekaligus mengalahkan musuh. Dalam trend perfilman Hollywood, proses “humanisasi” superhero memang tengah bergulir. Dan ini menjadi langkah awal yang bagus, agar sosok superhero tidak kehilangan pijakan dibumi sebagaimana cerita sinetron di Indonesia.

Jika kita memposisikan pahlawan sebagai orang yang perfect, maka mereka hanya menjadi pujaan di alam mimpi. Namun jika kita menggambarkan sosok pahlawan dengan segala kompleksitasnya, mungkin mereka bisa dihidupkan karakternya di alam nyata. Sebagaimana rasulullah sebagai nabi terbesar dan tersukses yang digambarkan sebagai manusia biasa. Kadang menangis, kadang cemas, kadang bercanda, kadang marah, bisa terluka dan berdarah dll. Diantara hikmahnya adalah agar kita bisa meneladaninya, karena beliau memang “basyarum mitslukum”.

Every team need a captain. Semoga kandungan yang ada dirahim bu bidan juga bisa melahirkan pribadi pemimpin yang unggul. Selamat datang Kapten Indonesia. Kami siap menanti kelahiran dan menjadi saksi atas kiprahmu kelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here