Menata Reklame & Baliho

0
179

@ Wacana Publik

Sebagaimana layaknya kota lainnya, industri reklame di Cilacap juga tumbuh pesat. Mulai dari reklame komersial hingga pesan layanan masyarakat. Reklame berdiri disepanjang jalan – jalan protokol, diatas gedung, titik – titik strategis dan bahkan hingga melintang ditengah jalan. Beberapa pemilik usaha reklame tersebut berdomisili di Semarang dan Jogjakarta.

Usaha reklame memang memberikan pemasukan kepada sektor PAD, namun juga memiliki imbas yang negatif. Diantaranya adalah :

Pertama, Merusak Pemandangan
Keberadaan reklame berpotensi merusak pemandangan dan merampas penggunaan ruang publik. Hal ini terjadi karena semakin sesaknya titik pasang reklame diberbagai sudut kota. Termasuk spanduk dan reklame mini semi permanen (dari rangka bambu) yang kadang dipasang disepanjang jalan.

Pada kasus reklame dengan rangka besi, cenderung mudah untuk dikendalikan karena harus melalui proses perijinan yang ketat lintas instansi. Namun pada kasus rangka bambu yang semi permanen, area pemasangannya cenderung sporadis dan cenderung tidak mengindahkan peraturan yang ditetapkan.

Pada momen – momen khusus, reklame, spanduk dan baliho semakin marak dan tidak terkendali. Misalnya jelang pelaksanaan pemilu dan pemilukada dimana semua kandidat jor – joran untuk memasang gambar. Demikian juga dengan selama ramadhan dan mudik lebaran.

Termasuk merusak pemandangan adalah papan reklame permanen dari rangka besi yang tidak dimanfaatkan sebagai media promosi. Pada perusahaan besar, kontrak sewa cenderung berdurasi jangka panjang. Tapi banyak kasus dimana sebuah reklame hanya mendapatkan kontrak sewa selama beberapa bulan, setelah itu dibiarkan kosong tanpa iklan. Bahkan adapula papan reklame yang sejak dibuat hingga sekarang tidak kunjung disewa sebagai media beriklan.

Kedua, Membahayakan Keselamatan
Reklame dengan rangka besi umumnya dipasang dipinggir jalan atau diatas gedung. Dengan sendirinya, hal ini menimbulkan potensi kerusakan dan kecelakaan, baik oleh angin, hujan, petir dll. Pihak yang paling rentan tentu saja adalah mereka yang berada dibawah atau disekitar tiang reklame.

Keselamatan pengguna jalan juga menjadi taruhan. Banyak kasus dimana reklame roboh dan menimpa rumah, motor atau mobil.termasuk pemasangan reklame yang terlalu menjorok ke badan jalan sehingga tertabrak kendaraan bus dan truk yang tinggi.

Kerentanan semakin bertambah tinggi jika usia tiang penyangganya sudah tua. Sewaktu – waktu bisa roboh dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dan di Cilacap, reklame yang sudah usang dan berkarat jumlahnya sangat banyak.

Ketiga, Konten Reklame
Reklame mamang bisa digunakan untuk menyampai pesan apa saja, baik layanan masyarakat, pengumuman hingga iklan komersil. Namun sebagian besar papan reklame disewa oleh perusahaan rokok. Padahal iklan rokok di televisi saja diatur dengan ketat, mulai jam tayang hingga dilarang untuk menampilkan adegan tengah merokok.

Akhirnya kondisi berubah menjadi ironis, dimana banyak aturan (larangan) disatu media namun dilapangan malah tersebar secara masif. Belum lagi branding spanduk rokok di warung dan toko.

Hal lain yang perlu dicermati adalah konten yang mengandung pornografi dan pornoaksi. Di Cilacap tumbuh pesat industri hiburan, khususnya pub dan karaoke. Pada momen tertentu, seperti tahun baru dll, mereka mengiklankan acaranya dibaliho dengan konten yang cenderung erotis, baik berupa gambar maupun kalimat.

Penutup
Ada langkah maju dari KPU untuk membuat regulasi yang rigit dalam pemanfaatan baliho untuk tujuan kampanye. Baik kuantitas, konten maupun titik pasang. Semoga langkah yang sama juga dilakukan oleh Pemkab Cilacap, melalui instansi teknisnya. Peraturan pasti sudah ada, tinggal pelaksanaannya yang perlu dipertegas.

Dalam hal ini, Pemkab Cilacap bisa melakukan beberapa cara. Diantaranya dengan pengetatan ijin pendirian reklame serta melikuidasi reklame yang sudah usang, rentan menjadi sumber bahaya serta tidak disewa oleh pihak ketiga. Proses razia juga penting untuk digalakkan. Anggaran satpol PP perlu ditambah, guna mendukung program penertiban reklame liar dan kadaluarsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here