Perjalanan Spiritual (2)

0
356

Khansa S@F

Mulut komat kamit beristighfar, tahmid serta meminta kepada Dia agar diselamatkan selama perjalanan. Malam semakin mencekam, hujan tak hentinya turun dengan derasnya, kabut semakin menghalangi jalan. Pada saat itulah aku kembali mengingat kematian. Jika aku mati pada saat itu apa yang harus aku persembahkan? Amalku tak seberapa, maksiatku tak henti berjalan. Allah….

Sesekali aku ingat keluarga di rumah, tanganku mulai memegang erat tangan temanku yang sama-sama merasakan kekhawatiran yang mendalam. Sementara itu, ustadz johan dan uatadz agus sengaja berbincang ringan memecahkan ketegangan.

Jantungku seolah berhenti berdetak manakala berpas-pasan dengan mobil yang melintas berlawanan, bagaimana tidak tegang? Sedikit saja mobil bergeser bisa jatuh ke jurang. Kabut yang turun membuat jarak pandang lampu mobil semakin terbatas. Sesekali ustadz Johan menghentikan mobilnya karena jarak pandang yang mulai terbatas.

Tidak bisa dipungkiri, pada saat itu pikiranku mulai melayang-layang memikirkan hal-hal yang macam-macam. Bagaimana jika mobil jatuh ke jurang? Bagaimana jika terjadi kecelakaan? Bagaimana jika mobilku dihadang oleh begal? Dan bagaimana jika ada hantu? Ahh pikiran-pikiran itu mulai berseliweran dalam ingatan. Sementara itu, mulutku tak henti-hentinya terus mengingat-Nya.

Pada saat itu, lantunan murotal setidaknya
membuatku tenang, obrolan ustadz agus dan ustadz johan yang membuat malam tidak mencekam, dan genggaman tangan temanku yang membuatku tidak tegang.

Kini aku baru menyadari kenapa ustadz agus kala itu menganjurkanku untuk tidak pergi, karena memang perjalanan yang bagiku sangat berisiko. Namun qodarullah, perjalanan tetap diteruskan dan ustadz agus bersedia mengantar karena melihat kegigihanku dan dua temanku mengantar Al-Qur’an tak bisa tergantikan.

Setengah jam berlalu, akhirnya ketenangan mulai memenuhi relung hatiku karena rumah-rumah warga sudah mulai terlihat. Sekalipun hanya beberapa tidak banyak namun bagiku sangat berarti karena itu tandanya akan ada saja orang yang mau menolong jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Alhamdulillah.

Bersambung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here