Royalti Pahala Menanti Kita

0
123
JANGAN-REMEHKAN-KEBAIKAN
Jangan menunggu kebaikan dari orang lain untuk melakukan kebaikan. Justeru saat kita memulai kebaikan dari diri kita itulah akan terbentang samudera pahala yang tiada habisnya.

Hari sudah siang. Tiba-tiba serombongan orang muncul. Mereka menemui Rasulullah saw hendak meminta bantuan. Kondisinya mengenaskan. Tanpa alas kaki. Pakaian mereka sangat compang-camping. Nyaris sama saja dengan tidak berpakaian. Pedang yang terselempang bergelayutan, tidak mampu menyamarkan kondisi mereka yang sungguh memprihatinkan. Orang-orang tersebut datang dari suku Mudhar. Salah satu suku utama bangsa Arab.

Wajah Rasulullah saw berubah. Lantaran menyaksikan kondisi orang-orang ituyang nampak sangat kesulitan. Maka Rasulullah memanggil Bilal untuk adzan mengumpulkan orang-orang. Setelah shalat Rasulullah saw berkhutbah, menitahkan perintah taqwa, mengutip beberapa firman Allah,

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (q.s. An-Nisa’: 1)

Beliau juga mengutip beberapa ayat dari Surat Al Hasyr yang memerintahkan setiap jiwa tentang apa yang sudah dipersiapkannya untuk heri esok.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (q.s.Al Hasyr: 18)

Setelah itu Rasulullah saw menyuruh para sahabat agar berinfakuntuk orang-orang dari suku Mudhar yang menyedihkan itu. Apa saja, “Dinar, Dirham, pakaian, gandum, kurma, bahkan setengah biji kirma sekalipun.” begitu titah mulia dari sang junjungan, Rasulullah Muhammad saw.

Beliau menjelaskan bahwa mereka bisa menginfaqkan apa saja yang mereka punya.
Seketika seorang Anshar memilih menjadi orang pertama yang beranjak. Ia bergegas pergi. Lalu kembali dengan membawakantong bantuan. Kedua tangannya bahkan kesulitan membawa kantong tersebut. Menyaksikan hal itu hadirin yang lain kemudian berbondong-bondong mengikuti. Semua berlomba untuk berinfaq. Menolong orang Mudhar yang kesusahan itu.

Akhirnya terkumpullah dua gundukaan besar bantuan. Ada makanan. Ada pakaian. Melihat hal itu, Rasulullah sangat gembira, lantas bersabda,

“Barangsiapa yang memulai suatu sunnah yang baik dalam Islam, maka baginya pahala dan pahala orang-orang yang mengikuti amal itu setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memulai sunnah kejelekan maka dia menanggung dosanya dan dosa-dosa orang yang mengikuti setelahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”

Saudaraku, indah cara Nabi mengapresiasi sebuah kebaikan dan lebih indah lagi bahwa peristiwa tersebut menjadi asbabul wurud (sebab-sebab datangnya riwayat) hadits yang mulia tersebut dan abadi selamanya. Betapa besar pahala sahabat Anshor tersebut. Sungguh kita tidak akan mampu mengejarnya. Titah Nabi menjadi bukti bahwa pelopor kebaikan akan mendapat pahala, dan sahabat Anshor tadilah yang mengawali kebaikan sekaligus menjadi sababul wurud hadits ini.

Bagaimana dengan kita? Jangan melangkah setengah hati. Di zaman ini kita pun punya kesempatan beramal sebagaimana yang Allah bentangkan, tergantung bagaimana kita memanfaat kesempatan itu, sesuai dengan niat, kemauan, kesungguhan, keikhlasan, ketulusan, dan keistiqomahan dalam menapaki jalan kebaikan.

Alhamdulillah, di Perth bulan Ramadhan 1437 ada gerakan sederhana 1 Juta Koin untuk Masjid Indonesia. Sebuah langkah sederhana untuk menyatukan potensi umat Islam Indonesia agar memiliki masjid Indonesia untuk semua. semua kaum muslimin, semua kegiatan keislama, semua kemanfaatan.

Dengan satu kotak infak satu rumah muslim Indonesia di Perth, semoga siapapun nanti muslim Indonesia yang membangun masjid maka akan diserahkan kepada panitia pembangunan masjid tersebut.

Sebab kita punya kaidah, ISLAMIYYAH QOBLA JAM’IYYAH, MENDAHULUKAN ISLAMNYA DARIPADA JAMAAH ATAU ORMASNYA Insya Allah kita yakin bahwa Allah akan memberikan jalan. Sebab, siapa yang menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya dan mengokohkan kedudukannya. Tangan Allah bersama orang-orang yang berjamaah di jalan-Nya.

1 Juta Koin untuk Masjid Indonesia bukan sebuah ormas, namun hanya sebuah gerakkan yang menggerakkan bahwa cita-cita masjid yang sudah pernah ada jangan pernah hilang atau dikubur dalam-dalam. Justeru menjadi spirit untuk berjiwa besar berdamai dengan kegagalan masa lalu dan kegagahan menatap masa depan.

Tutup masalalu
Tatap masa depan
Titi hari ini

Siapapun yang membangun masjid, maka mari bersatulah Indonesia untuk menjadi jalan kebaikan bagi generasi ke generasi. Yakinlah bahwa royalti pahala menanti kita. Kita semua akan mati, hanyalah amal yang akan kita bawa kembali hingga ke akhirat nanti.

Ramadhan 15th 1437 Bentley, Western Australia

Solikhin Zerotohero

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here