Satu Istri, Empat Rasa

0
483

Cahyadi Takariawan

Seorang teman bertanya kepada saya dengan nada bergurau, “Pilih mana, punya satu istri dengan empat rasa, atau empat istri dengan satu rasa?” Saya hanya tersenyum saja tanpa menjawab.

Gurauan seperti ini sangat sering dijumpai di lingkaran kaum lelaki, yang tengah berbincang bebas untuk melepas kepenatan dari padatnya kesibukan sehari-hari. Teman-teman lain yang mendengar pertanyaan itu segera menanggapi dengan sangat ramai, disertai gelak tawa yang hangat. Begitulah salah satu “hiburan” pada beberapa kalangan laki-laki.

Tentang “Rasa” Istri

Ini sesungguhnya tentang cara menerima dan menikmati istri. Setelah menikah, seorang lelaki terikat dalam sebuah akad yang sakral untuk menjadi suami yang wajib melindungi, mencintai, menafkahi, menjaga dan mengarahkan istri. Pada masa awal hidup berumah tangga, cinta itu terasa sangat nyata, sangat kuat. Ada hentakan perasaan yang mengikat dengan sangat erat di antara dua insan yang tengah dimabuk asmara. Luar biasa indahnya hidup sebagai pengantin baru, semua terasa bagai madu.

Namun segala yang baru pasti akan menjadi lama, segala yang muda pasti akan menjadi tua. Maka di saat usia pernikahan semakin lama, usia biologis semakin tua, maka berbagai kekuatan perasaan antara suami dan istri bisa mengalami fluktuasi. Kadang menguat, kadang melemah, bahkan bisa menghilang, dan bisa pula kembali lagi bahkan kembali menguat lagi. Perasaan kepada pasangan itu sangat dinamis, banyak faktor yang memengaruhinya. Dalam hitungan hari bahkan jam, seorang suami bisa mengalami banyak perasaan kepada sang istri.

Hidup bersama dalam waktu yang lama dengan orang yang sama bisa menimbulkan kejenuhan dan kebosanan. Suami dan istri memerlukan penyegaran agar kehidupan cinta mereka tidak mengalami kegersangan, kelayuan bahkan kematian. Para suami hendaknya pandai menikmati kehidupan berumah tangga bersama sang istri. Walaupun sering mendengar cerita-cerita ‘seru’ dan ‘saru’ dari teman-teman kerja, teman organisasi, teman pergaulan, namun hendaknya tidak terpengaruh untuk mengikuti hal-hal negatif, atau nasihat-nasihat yang menyesatkan.

Contoh hal negatif yang kadang didapatkan dari cerita teman-teman pergaulan adalah tentang variasi. Banyak lelaki mencari variasi dengan mencari pacar, atau berselingkuh, atau jajan, atau memiliki wanita simpanan di banyak tempat. Ada yang benar-benar dipacari dengan serius, ada yang diselingkuhi dengan intens, ada yang sekedar iseng, ada pula yang berdasarkan order atau bayaran. Mereka menyebut tindakan ini sebagai usaha menghilangkan kejenuhan atau kebosanan dalam hidup berumah tangga.

Memberikan Tambahan ‘Rasa’

Para suami hendaknya selalu setia dan menjaga serta merawat keluarga. Walau hidup berumah tangga dalam waktu lama dengan orang yang sama, namun Anda bisa menambahkan rasa sesuai yang Anda inginkan. Sama-sama nasi, ada nasi putih, nasi kuning, nasi goreng, nasi gurih, nasi kebuli, dan lain sebagainya. Tetap nasi yang itu, namun menjadi aneka rasa. Singkong goreng sekarang sudah memiliki puluhan varian rasa. Singkongnya sama, namun memiliki cita rasa yang berbeda.

Demikian pula istri Anda. Orangnya tetap sama, yang itu juga, namun Anda bisa memberikan tambahan rasa sesuai selera. Kini berikan rasa sesuai selera Anda. Bisa lebih dari empat rasa. Berikut contoh pilihan rasanya.

  1. Rasa Ibu Rumah Tangga
    Semua laki-laki menghendaki memiliki istri yang mampu menjadi ibu rumah tangga. Bisa mengurus, merawat dan mendidik anak. Bisa mengantarkan anak menjadi anak yang cerdas, taqwa, salih dan salihah. Bisa mengurus rumah tangga dengan baik. Bisa memasak, memiliki selera kebersihan dan keindahan, sehingga mampu menata rumah dengan rapi dan menyenangkan.Jika Anda menghendaki istri yang seperti itu, bantulah dengan perhatian dan kasih sayang, bantu pula dengan fasilitas agar ia mudah dan nyaman melakukannya. Bantu istri Anda untuk mengerjakan itu semua agar semakin ringan pekerjaannya.
  2. Istri Rasa Artis
    Semua laki-laki menghendaki memiliki istri yang cantik, mampu merawat tubuh, memerhatikan penampilan, sehingga mengagumkan dan elok saat dipandang. Selama ini, artis dianggap sebagai sosok yang selalu menjaga dan merawat penampilan diri, merawat bentuk tubuh, menjaga kebersihan dan keindahan, menampilkan kebeningan. Maka banyak orang mengidentifikasi kecantikan dengan standar artis.Jika Anda menghendaki istri yang seperti artis, maka bantulah dengan perhatian dan kasih sayang agar ia bisa mewujudkannya. Bantulah dengan fasilitas yang memadai agar istri bisa merawat diri. Berikan biaya perawatan wajah, perawatan rambut, perawatan tubuh. Sediakan sarana untuk olah raga, makan yang sehat, serta istirahat yang cukup.
  3. Istri Rasa Mahasiswi
    Banyak orang bercanda dengan istilah ‘ayam kampung’ dan ‘ayam kampus’. Sekadar ingin menggambarkan tentang sosok perempuan yang muda usia, dan berpendidikan. Semua laki-laki ingin istrimya tampak awet muda bak mahasiswi. Walau usianya sudah menjadi nenek, namun penampilan dan pelayanannya seperti anak muda belia.Jika Anda menghendaki istri seperti mahasiswi, bahkan Anda bisa membiayainya agar ia kuliah lagi. Mengambil studi lanjutS-2 atau S-3, sehingga dirinya benar-benar menjadi mahasiswi lagi. Dengan demikian Anda bisa dengan bangga mengatakan kepada teman-teman, “Aku selalu tidur dengan mahasiswi” walau usianya sudah enampuluh tahun. Tapi usia kan tidak perlu diomongin, cukup di batin saja.
  4. Istri Rasa Penghibur
    Semua laki-laki menghendaki memiliki istri yang bisa menjadi penghibur lahir maupun batin. Secara kasar orang menyebut PSK sebagai sosok yang pandai memuaskan dan menghibur. Namun jangan banyangkan dan jangan bandingkan istri Anda dengan PSK, hanya saja esensi yang dikehendaki adalah agar istri pandai menghibur dan memuaskan suami. Istri mengerti selera dan bisa memenuhi fantasi sang suami. Istri yang pandai menghibur suami, bukan menghibur lelaki lain. Dengan demikian suami benar-benar merasa terhibur.Jika Anda menghendaki istri sebagai penghibur, maka bantulah istri Anda agar bisa mewujudkannya. Ajaklah berdiskusi, mengobrol, berkomunikasi, dalam suasana yang nyaman dan tanpa tekanan. Jangan memberikan teror dan ancaman yang menakutkan, karena jika istri dalam suasana tertekan, pasti ia tidak akan bisa memberikan hiburan. Buat suasana hati istri selalu gembira dan bahagia, dengan demikian ia akan bisa menghibur Anda.

Nah itulah contoh, satu istri dengan empat rasa. Kini Anda bisa menambahkan sesuai selera Anda, namun Anda juga harus membantu istri untuk mewujudkannya. Bukan hanya tuntutan sepihak, namun dibarengi dengan bantuan yang diperlukan istri agar bisa menjadi seseorang seperti harapan dan selera suami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here