Selingkuh

0
323

cinta sejati

Oleh : Ifah Ruslan

Kata selingkuh menurut kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ada 2. Yang pertama adalah suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong. Definisi yang ke dua adalah suka menggelapkan uang: korup. Jika dilihat dari definisi tersebut, kata selingkuh sudah bergeser ke arah yang lebih sempit. Saat ini kata selingkuh berarti mempunyai hubungan gelap bagi suami ataupun istri. Di Gorontalo sendiri yang saya tahu, disebut dengan bahugel.

Di Indonesia, menurut data statistik dari Direktorat Jenderal Pembinaan Peradilan Agama Tahun 2005 lalu, ada 13.799 kasus perceraian akibat selingkuh; 9.071 karena gangguan orang ketiga, dan 4.708 akibat cemburu. Intinya bahwa, dari 10 keluarga yang bercerai, satu diantaranya karena selingkuh, setiap 2 jam ada 3 pasangan suami istri bercerai gara – gara selingkuh.

Dari pergerakan data statistik di atas, bahwa selingkuh ini menjadi salah satu virus bagi kelangsuangan keluarga. Apalagi bagi suami ataupun istri yang bekerja di kantor. Kantor menjadi tempat yang rentan akan perselingkuhan. Tidak bisa dipungkiri pertemuan yang intens dengan kolega dan di tempat ruangan yang sama setiap hari, membuat perselingkuhan bisa saja terjadi. Dr. Boyke Dian Nugraha, seorang pakar masalah hubungan suami istri pernah melakukan survey kepada para pasiennya. Hasilnya adalah 4 dari 5 pria eksekutif melakukan perselingkuhan. Perbandingan selingkuh pria dan wanita berbanding 5 :2.

Gray Neuman, seorang konsultan pernikahan dari Amerika Serikat, penulis buku The Truth About Cheating mengatakan bahwa laki – laki yang berselingkuh karena tidak puas secara emosional kepada istrinya, memiliki teman dekat yang juga berselingkuh dan bertemu wanita idaman lain di tempat kerjanya. Selingkuh dalam keluarga adalah virus yang bisa meruntuhkan bukan hanya keluarga namun juga karir. Begitu banyak contoh – contoh yang terpampang jelas di depan kita bagaimana nasib orang – orang yang berselingkuh, apakah hidupnya damai dan tentram? Jikapun mereka terlihat damai dan tentram belum tentu hati kecil mereka damai, namun mereka akan dihinggapi perasaan bersalah.

Kerugian orang yang berselingkuh adalah bisa membuat pelakunya merasa terhimpit dengan kebohongan yang ia tutupi dari pasangannya. Contohnya adalah, pasangan yang berselingkuh akan selalu menjaga handphone nya karena khawatir ketauan isi sms dari pasangan halalnya. Hari demi hari ia mencoba menutupi kebohongan dengan pasangan halalnya dan selama itu pula dia akan dihinggapi perasaan bersalah. Orang yang berselingkuh hatinya akan kebat kebit alias tidak tenang, apalagi jika sampai pasangan selingkuhnya meminta untuk dinikahi. Ingatlah, manusia tidak mempunyai rasa puas, begitu juga orang yang menjadi objek selingkuh, lama kelamaan ia akan meminta dipublish. Selanjutnya, kerugian yang akan dialami orang yang berselingkuh adalah jatuhnya harga diri jika perselingkuhan itu diketahui oleh pasangan halalnya dan anak – anaknya. Dan biasanya hal itu akan tersebar ke tetangga – tetangga sekitar. Bagi yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) maka siap – siap saja, akan dipecat karena telah melanggar Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983 tentang larangan berselingkuh dan beristri dua.

Apakah pembaca termasuk dari kategori orang yang sedang selingkuh? Maka saran saya segeralah anda bertaubat. Selingkuh tidak bisa dibenarkan dalam agama manapun. Dalam islam saja, selingkuh itu bagian dari mendekati zina dan itu haram hukumnya. Mendekati nya saja diharamkan apalagi sampai berzina, dosa besar. Ustadz Yusuf Mansur dalam cermah – ceramah keagamaan, beliau selalu menekankan untuk menjauhi zina. Karena itu adalah sebab menjauhkan diri dari rezeki. Maka, mulailah menjaga diri kita dari virus yang bisa meruntuhkan keharmonisa keluarga. Ingatlah kembali niatan awal saat memutuskan untuk menikah dengan pasangan. Jalinlah komunikasi yang baik dan benar. Utarakan keinginan diri kepada pasangan dan cobalah untuk menerima masukan dari pasangan. Karena sejatinya pernikahan adalah bukan untuk menyempurnakan apa yang tidak sempurna dari pasangan, namun saling bisa mengisi kekurangan pasangan yang bisa membuatnya sejalan. Untuk yang sudah mempunyai anak, pertimbangkan kembali jika ada niatan untuk berselingkuh. Bayangkan jika anak mengetahui tindakan buruk orang tuanya, apa dampak psikologi yang mereka dapatkan? Atau bayangkan jika suatu hari nanti anak nya menikah, namun diselingkuhi oleh pasangannya? Apakah sebagai orang tua kita rela?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here