Sia-sia

0
101

Benteng tangguh itu menjulang ke angkasa
Kukuh, tebal dan tegar
Tank baja dan mitraliyur tidak mampu menembusnya
Apatah lagi hanya dengan sebuah tinju tangan kosong

Dan tinju itu adalah tinjuku
Berdarah darah tanganku
Berakhir dengan sia-sia
Seperti tiada upaya

Teriakan kekesalan bersipongang di udara
Tanpa jawab dan tanpa gema
Hanya mengharapkan pantulan suara
Tidak berharap menggores dinding benteng
Apalagi meruntuhkan

Benteng itu terlalu angkuh berdiri menantang
Siapa yang bisa meruntuhkan ?
Benteng itu menguji nyali
Siapa yang berani mendekati

Kalau sang panglima yang bisa
Apakah harus mencoba ?
Panglima bukan
Prajuritpun bukan

Hanya seorang anak kecil
Yang sok gagah
Berseragam ala militer
Mengacungkan tinju dan pistol mainan

Benteng itu terlalu kukuh
Pelajaran yang berharga
Untuk si tak tahu diri

Bukan aku tidak tahu
Lebih tepat tidak bisa mengukur diri
Sudahlah
Jangan terlalu dirasakan

Luka hanyalah luka
Seperti biasa
Ada kembali seperti semula
Ada yang binasa karenanya

Kadang luka menjadi obat
Kadang gagal menyenangkan
Agar kita selalu terjaga
Agar kita selalu waspada

Perih menyadarkan
Bahwa hidup itu nyata
Bukan mimpi tentang surga
Atau istana yang tak nyata

Banyak benteng di luar sana
Yang tidak mudah diruntuhkan
Bahkan hampir mustahil
Akankah menyerah ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here