Superman, Super Dad

0
114

nasihat untuk ananda

@ Renungan Malam

Anak itu salah satu sumber kebahagiaan hidup. Sebagaimana firman Allah “Al maalu wal banuuna ziinatul hayaatid dun-ya”. Keberadaannya dinanti dan menjadi buah pengharapan semua orang tua. Wajar jika nabi Ibrahim dan nabi Zakariya gundah gulana. Karena usia sudah lanjut tapi belum juga dikaruniai keturunan. Diantara rintihan nabi zakariaya kepada Allah adalah “Rabbi laa tadzarni fardaw wa anta khairul waaritsiin”.

Jika anak mengalami kemalangan, maka orang tua bersedih. Sebagaimana sedihnya nabi Nuh saat anaknya termasuk diantara golongan yang tenggelam atas musibah banjir besar. Dengan setengah menghujat, nabi Nuh mengadu “Rabbi innabnii min ahlii”. Tapi Allah menyangkalnya “Yaa Nuuh, Innahu laisa min ahlika, innahu ‘amalun ghairu shaalih”.

Memiliki anak yang shalih dan shalihah adalah dambaan semua orang tua. Karena itu mendidik anak menjadi perkara yang penting. Rasululah berwasiat tentang anak – anak kepada kita “Akrimuu auladakum, wa ahsinuu adaabahum”. Dalam hal mendoakan anak, nabi Ibrahim banyak memberi contoh redaksionalnya. Dalam hal pendidikan anak, Luqman Al Hakim sudah memberi banyak panduan praktisnya secara panjang lebar. Tinggal terpulang kepada kita selaku orang tua.

Membangun kedekatan dan kemesraan dengan anak juga perkara yang penting. Jauh lebih menyenangkan menjadi orang tua yang hangat dan akrab, ketimbang orang tua yang ditakuti oleh anak. Karena itu, buatlah banyak momentum kenangan indah sewaktu mereka masih kecil dan dokumentasikanlah. Biarkan foto itu bercerita kepada mereka kelak setelah dewasa, tentang betapa kita menyangi mereka.

Bermainlah bersama mereka. Bagi diri kita, itu adalah pelepas lelah dan pembangkit semangat. Bagi anak, itu adalah sarana mengisi kebutuhan bermain. Jika diluar kita sering dituntut untuk memerankan superhero oleh rekan sejawat, maka tidak ada salahnya kita melakukan hal yang sama didepan anak. Meski akhirnya, superhero juga harus tunduk pada kemauan sang anak. He..9x.

Setiap anak butuh figur superhero. Mereka butuh nilai – nilai kepahlawanan, kebesaran dan kehebatan. Dalam dosis tertentu, hal ini berpengaruh baik pada pembangunan karakter anak. Pastikan bahwa kita layak memerankan figur superhero dihadapan anak, meski pada kenyataannya kita adalah orang yang penuh cacat, cela dan serba kekurangan disana – sini. Agar anak – anak tidak berpaling kepada figur orang lain, diluar figur orang tuanya.

Selamat belajar menjadi orang tua…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here